Senin, 17 April 2017

Jangan Kaget dengan Alarm Meteran Listrik yang Tiba-Tiba Bunyi? Ini Kode Reset Bahkan Matikan Bunyinya

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Listrik telah menjadi kebutuhan primer. Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang kita lakukan dengan menggunakan listrik ini. Semua semakin dimudahkan dengan adanya listrik.



Bisa dibilang sistem kelistrikan di Indonesia telah mengalami banyak kemajuan yang cukup signifikan. Selain sistem administrasi yang terpusat dan online saat ini kita sudah menggunakan meteran listrik dengan sistem prabayar/token.

Keuntungan dari meteran listrik prabayat/token ini adalah, pengguna bisa mengontrol penggunaan listrik sendiri dan tidak bergantung kepada petugas yang mengecek ke lapangan sehingga bisa menghindari penipuan ataupun tagihan listrik yang membengkak tanpa alasan jelas.

Sementara dari sisi PLN sebagai penyedia listrik juga diuntungkan dengan tidak ada lagi resiko pengguna listrik yang melakukan tunggakan pembayaran.

Namun tahukah Anda, bahwa mesin penghitung listrik mungil yang ada dirumah kita itu sebenarnya memiliki banyak kode penting dan rahasia? Semua itu bisa Anda manfaatkan untuk kepentingan pengelolaan pemakaian listrik Anda sendiri lho.

Berikut Kode-kode Penting dan Rahasia Meteran Listrik Prabayar (Token) PLN berdasarkan merknya masing-masing: Perhatikan yaa

Meter Digital Merk ITRON
00 Enter = Restart Meter [jika ada GAGAL/Periksa] 03 Enter = Total kWH listrik yang telah lalu
07 Enter = Batas kWH
09 Enter = Daya yang digunakan
41 Enter = Voltase listrik
44 Enter = Ampere yang sedang terpakai
47 Enter = Daya yang sedang terpakai
54 Enter = Kode TOKEN terakhir
59 Enter = Jumlah kWH pengisian terakhir
69 Enter = Counter jumlah berapa kali mati
75 Enter = Cek ID Meter PLN Prabayar
79 Enter = Cek batas minimal alarm
456xx Enter = Merubah batas minimal alarm contohnya 45605 untuk 5kWH
78 Enter = Cek delay alarm dalam menit
123xx Enter = Merubah delay alarm contohnya 12310 untuk 10 menit
90 Enter = Mematikan lampu LED

Meter Digital merk CONLOG
#1# = Daya rata-rata yang digunakan
#2# = Jumlah kWH pemakaian terakhir
#6# = Jumlah kWH yang dimasukkan terakhir
#11# = Cek Token terakhir

Meter Digital merk STAR
07 Enter = Cek sisa kWH
12 Enter = Cek batas minimal alarm
37 Enter = Cek delay alarm dalam menit
65 Enter = Cek ID Meter Listrik Prabayar
76 Enter = Jumlah kWH pengisian terakhir

Meter Digital merk HEXING
800 Accept = Restart Meter [jika ada CANCEL / STL] 851 Accept = Total kWH listrik yang telah lalu
807 Accept = Voltase listrik
808 Accept = Ampere yang sedang terpakai
814 Accept = Daya yang sedang terpakai
852 Accept = Kode TOKEN terakhir

817 Accept = Jumlah kWH pengisian terakhir
809 Accept = Counter jumlah berapa kali mati
804 Accept = Cek ID Meter PLN Prabayar
812 Accept = Mematikan alarm batas kWH
801 Accept = Cek sisa kWH
815 Accept = Tanggal pengisian terakhir

Meter Digital merk GLOMET
37 Enter = Cek sisa kWH
38 Enter = Total kWH listrik yang telah lalu
41 Enter = Voltase listrik
47 Enter = Daya yang sedang terpakai
54 Enter = Kode TOKEN terakhir
59 Enter = Jumlah kWH pengisian terakhir
75 Enter = Cek ID Meter PLN Prabayar
79 Enter = Cek batas minimal alarm

Bagi yang masih bingung cara menggunakannya, saya akan jelaskan lebih lanjut disini. Kita ambil contoh, meteran yang Anda miliki bermerk Glomet. Maka:

Untuk melakukan pengecekan sisa kWH Anda adalah dengan cara menekan angka 3 lalu angka 7 diikuti menekan tombol ENTER. Angka yang muncul di layar meteran adalah sisa dari STROOM yang terdapat pada meter Anda.

Untuk melakukan pengecekan total kWH yang telah terpakai selama ini ialah dengan cara menekan angka 3 lalu angka 8 diikuti menekan tombol ENTER. Angka yang muncul di layar meteran adalah total kWH yang telah Anda habiskan selama ini.

Mudah bukan caranya? Barangkali ada yang bertanya bagaimana merubah batas minimal KWh agar alarm tak berbunyi sewaktu listrik dirasa masih cukup. Namun merknya berbeda dari yang diatas.





Jika anda merasa informasi ini bermanfaat? Jangan ragu SHARE ke teman-temanmu juga ya! Menyebarkan informasi bermanfaat juga bisa menambah amal mu lho. Kalau mau informasi menarik dan bermanfaat lainnya, LIKE fanspage kami yaa. Terima Kasih


Sumber : wajibbaca.com

Minggu, 16 April 2017

Pak Ustadz, lebih dulu mana Nabi Adam Atau manusia Purba? Ini Jawabannya

MediandaTerkini -  Sahabat MediaTerkini, Mungkin pertanyaan ini bahkan mungkin dilontarkan oleh anak anda sendiri? Yang sudah duduk di bangku SMP atau bahkan masih SD. Nah memang fenomena ini sepertinya orangtua agak bingung untuk menjawab. Berikut ini ada kasus yang sama dibawah ini :





Pertanyaan yang dilontarkan,
Assalamu’alaiku Wr.Wb

Langsung aja pak uztadz. Sebetulnya pertanyaan ini sudah lama sekali ada di dalam benak saya. Pertanyaan ini muncul pada saat saya duduk di bangku SMP dan mulai mengenal pelajaran tentang Manusia Purba dan Kehidupan Dinosaurus atau yang lebih kita kenal dengan zaman Prasejarah.

Seperti yang kita ketahui, Nabi Adam ialah manusia pertama kali yang Allah SWT ciptakan dan turunkan ke Bumi ini. Padahal kita tahu, bahwa ada kehidupan Prasejarah, di mana di sana hidup manusia-manusia purba yang menurut teori ialah nenek moyang manusia atau manusia yang ber-evolusi.

Analisa saya:
Apabila Nabi Adam yang duluan diturunkan ke bumi ini, berarti masa-masa Kenabian Islam berbarengan dengan zaman Dinosaurus dan Manusia Purba? Hanya saja terdapat perbedaan tempat saja. Dan berarti Manusia Purba bukanlah Nenek Moyang Manusia, karena memang sudah ada Nabi Adam. Dan jika hal ini benar, maka teori dan pelajaran yang ada pada kurikulum IPA ialah salah. Karena ternyata nenek moyang manusia bukanlah Manusia Purba, melainkan Nabi Adam, karena pada kenyataannya manusia tidak pernah berevolusi.

Tapi, apabila Manusia Purba yang duluan, berarti Nabi Adam bukanlah makhluk yang pertama kali diciptakan Allah. Dan makhluk apakah Manusia Purba itu?

Terima kasih atas jawabannya Pak Ustadz.

Salam hormat saya,

Berikut jawaban kami kutip dari eramuslim.com, yang dijawab oleh Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tanpa harus mengkonfrontir teori manusia purba dengan Al-Quran, sebenarnya ilmu pengetahuan terbaru sudah mematahkannya. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori tentang manusia purba semakin jelas kebohongannya. Bukti-bukti ilmiyah yang dahulu sering diajukan oleh kalangan evolusionis, satu per satu kini terbantahkan. Semakin hari semakin terkuak fakta bahwa teori manusia purba ialah sebuah kebohongan besar.

Selama ini kita memang dicekoki teori manusia purba dalam kurikulum pendidikan. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis. Konyolnya, semua itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia, termasuk di dunia Islam.

Mereka memasukkan Australopithecus, ras kera yang telah punah sebagai ras ‘nenek moyang manusia’. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.

Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spicies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada priode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.

Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan kebohongan. Contoh yang paling terkenal ialah manusia Piltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.

Kisahnya pada tahun 1912 seorang ahli palaentologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.

Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat. Banyak artikel ilmiyah tentang manusia Piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor tentangnya.

Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium dokromat agar tampak kuno.

Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran ‘lain’ alias menentang kebenaran yang ada di dalamnya.

Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam kitab suci.

Jadi jawaban yang benar ialah bahwa manusia purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.

Adam alaihissalam ialah makhluk cerdas pertama di muka bumi. Dengan kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas bawah berupa hewan dan tumbuhan. 

Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya, Terima kasih


Sumber : wajibbaca.com

Inilah Perhitungan Matematika Hidup Manusia di Dunia Hanya 1,5 Jam Waktu Akhirat

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Kehidupan dunia memang begitu singkat, terlebih jika dibandingkan dengan masa di akhirat, maka akan terasa sangat pendek. Konon, satu hari di akhirat itu sama dengan seribu tahun waktu di dunia.



Sehingga, jika hidup manusia dirata-ratakan berusia 63 tahun layaknya Nabi Muhammad SAW, maka, bisa disimpulkan jika waktu hidup di dunia ini hanya satu setengah jam waktu akhirat. Mengapa demikian singkatnya? Berikut ulasannya dikutip dari situs infodunia.id.

Akhirat memang menjadi sebuah misteri tak berujung. Akan sangat susah menjelaskannya dengan logika, namun bagi orang beriman, hal ini tentu begitu mudah memahaminya. Bahwa kehidupan di dunia ini, hanya sebuah kefanaan. Ada kehidupan kekal yang tidak berujung setelah kiamat nanti.

Umat Islam percaya jika Allah SWT sudah mempersiapkan akhiratnya. Ada surga dan neraka, ada kenikmatan dan siksa. Ada pula yang paling ajaib, yakni waktunya. Jangan bandingkan waktu di dunia dengan akhirat. Karena perbedaannya akan sangat lama sekali.

Di dalam Alquran di jelaskan jika satu hari di akhirat, sama dengan seribu tahun kehidupan di dunia. Tidak bisa dipercaya? Susah kah diterima logika? Lagi-lagi, hal ini sangat mudah diterima logika muslim.


Karena semuanya bersumber dari Alquran, yakni kalam yang disampaikan langsung oleh pencipta alam semesta, Allah SWT. Bagaimana kami akan menolaknya? Sedangkan Dia, Yang Maha Tahu segalanya. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

Juga dalam surat As-Sajadah: 5 yang artinya: “(Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”(Q.S. As-Sajadah: 5)

Jikalau demikian, maka menurut perhitungan matematika apabila 24 jam sama dengan 1000 tahun, 3 jam di akhirat sama dengan 125 tahun dan 1,5 jam di akhirat sama dengan 62,5 tahun di dunia. Apabila umur manusia rata-rata 60-70 maka hidup manusia tersebut hanya 1,5 jam kalau dilihat dari langit.

Maka dari itu, tidak heran jika manusia senantiasa diingatkan perihal waktu oleh Allah SWT.

Bahkan ada begitu banyak perintah Allah agar manusia tidak menyalahgunakan waktu yang dimiliki selama hidup untuk melakukan perbuatan yang tercela.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S Al-Ashr: 1-3)

Inilah salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang mengingatkan manusia mengenai pentingnya waktu. Merugilah bagi mereka yang menghabiskan waktunya selama di dunia hanya untuk berfoya-foya tanpa memikirikan akhiratnya. Namun berbahagialah bagi orang-orang yang beriman dan selalu mengerjakan amalan sholeh.


Ternyata waktu 1,5 jam yang dilihat dari langit ini begitu menentukan bagaimana nasib manusia di akhirat kelak. Banyak orang yang mungkin lupa bahwa kehidupan di dunia itu hanyalah sementara, dan akhiratlah tempat paling kekal bagi seluruh umat. Allah Ta’ala berfirman:

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. Al-Mu’minuun:114).

Ada begitu banyak perintah yang diberikan oleh Allah SWT agar waktu 1,5 jam yang disediakan dapat bermanfaat bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Salah satunya adalah untuk menahan hawa nafsu dan menggantinya dengan mengerjakan sunnah-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”(QS.Yusuf: 53)

Untuk menjadi penghuni surga di akhirat kelak bukanlah sebuah perkara mudah. Ada begitu banyak hal yang harus diamalkan dan ada pula yang harus ditinggalkan. Salah satu perintah yang harus diamalkan yakni bersabar dalam menghadapi segala ujian yang diberikan. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS. At-Thur:48).

Jika saudara dan saudari menemukan artikel ini dan segera bertaubat atas apa saja kesalahan besar ataupun kecil dan berjanji tak akan mengulangi. Mungkin ini adalah salah satu tanda hidayah dari Allah. Aamiin Yaa Rabbal Alamin

Semoga bermanfaat


Sumber : wajibbaca.com

Jumat, 14 April 2017

Wahai Laki-Laki, Yang Dicari Hampir Semua Perempuan Itu Bukan Kemewahan,,,Tapi Rasa Aman Dan Kepastian Masa Depan

Sejatinya hampir seluruh perempuan di dunia ini menginginkan pasangan yang membuat mereka merasa aman dan memiliki kepastian masa depan. Bagi mereka tidak penting apakah laki-laki yang membuat mereka merasa aman dan nyaman itu orang kaya atau tidak, tampan atau tidak juga tidak terlalu penting.



Karena bagi seorang perempuan sesungguhnya seorang laki-laki yang memberikan mereka rasa aman dan nyaman serta memiliki masa depan yang jelas itu sudah lebih dari cukup atau sudah sangat istimewa.

Hampir Semua Perempuan Di Dunia Ini Mencari Laki-laki yang Memberikan mereka Rasa Aman Dan Kepastian Masa Depan Bukan Kekecewaan

Hampir semua perempuan mencari laki-laki yang bisa membuat mereka selalu merasa aman dan nyaman, serta memiliki kejelasan masa depan walaupun bukan masa depan yang mewah. Mereka tidak butuh laki-laki yang haanya akan memberikan mereka kekecewaan. Laki-laki yang hanya memberikan kekecewaan adalah laki-laki yang paling tidak ingin mereka temu.

Perempuan Adalah Pihak Yang Akan Mengandung Anak Dari Laki-laki Yang Menikahinya Jadi Dia Akan Mencari Laki-laki Yang Bisa Menjamin Masa Depannya

Perempuan sadar betul kelak dia akan mengandung, melahirkan dan membesarkan anak dari laki-laki yaang dinikahinya. Jadi wajar jika secara naluri dia lebih mencari laki-laki yang membuatnya merasa nyaman, dan aman di masa depan. Harapannya agar kelak anaknya bisa memiliki masa depan yang jelas dan pasti tidak tumbuh atau memiliki ayah yang buruk.

Bukannya Kekayaan Dan Kemewahan Yang Mereka Butuhkan Tapi Laki-laki Yang Selalu Mengatakan -Jangan Khawatir Segalanya Sudah Aku Urus -Yang mereka butuhkan bukan kekayaan dan kemewahan tapi membutuhkan laki-laki yang selalu akan mengatakan ‘jangan khawatir segalanya sudah aku urus- kalimat ini cukup sederhana, namun sangat mampu membuat hatinya tenang.

Karena perempuan akan berfikir laki-lakinya tidak terlalu khawatir karena walau bagaimanapun perempuan akan peduli dengan laki-lakinya dan sangat tidak ingin laki-lakinya dalam kesulitan dan kalimat itu membuktikan bahwa laki-lakinya mampu mengatasi segala yang mereka hadapi.

Perempuan Lebih Menghargai Kerja Keras Dan Usaha Laki-lakinya Dibandingkan Kekayaan Orang Tuanya

Dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki banyak uang karena hasil atau pemberian orang tuanya, perempuan lebih suka dan menghargai jerih paya yang dihasilkan sendiri oleh laki-lakinya. Karena itu bukti bahwa laki-lakinya benar-benar ingin bertanggung jawab pada dirinya dan juga keluargaanya.

Boleh Jadi Ada Perempuan Yang Mencari Laki-laki Kaya Tapi Tidak Semua Perempuan Mencari Dan Suka Pada Laki-laki Kaya Raya

Tidak memungkiri sebagai kaum perempuan di luaar sana banyak perempuan yang mencari laki-laki kayaa, itu karena mereka merasa kekayaan pasangannya akan membuat mereka merasa nyaman. Tapi tidak bagi sebagian besar perempuana lainnya yang lebih suka pada laki-laki yang membuat mereka merasa nyaman dalam keadaan apapun bahkan dalam keadaan tanpa banyak uang.
Semoga bermanfaat


Sumber : duapah.com

Kisah Wanita, Bagi Kami Memaafkan Itu Mudah, Tapi Goresan Lukanya Takkan Bisa Hilang Begitu Saja

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Mungkin bagi sebagian laki-laki yang sudah mengkhianati kami atau membuat hati kami terluka dengan cara menyepelekan hingga menduakan. Kami masih bisa tersenyum di depan Engkau dengan wajah palsu kami. Karena sebenarnya di balik senyum kami, tersimpan bekas luka yang tidak akan bisa menghilang walaupun kata maaf sudah sering Engkau lontarkan. Jadi tolong hargai  dan jaga hati kami agar tidak mudah rapuh dan semakin remuk. Karena saat kami benar-benar mencintai seorang laki-laki kami bisa memberikan apa saja. Sehingga jangan terus menerus menorehkan luka yang membuat kami berpikir bahwa kalian memang tidak ada yang baik dan patut untuk dijadikan suami.



Kami Bisa Melupakan Saat Engkau Mengingkari Janji-Janji Engkau Itu. Tapi Jangan Lakukan Terus Menerus

Kami, para perempuan memang mudah memaafkan kalian, saat mungkin kalian lupa pada janji yang kalian buat sendiri. Dengan alasan sibuk, ada urusan mendadak, suruh nganter orang tua. Kami dibuat kecewa dengan janji palsu kalian. Kalian juga sering memberi harapan dan bersikap seakan peduli dan suka. Namun ternyata kalian hanya memberikan harapan palsu dan membuat kami lagi-lagi sakit hati. Baiklah, kami akan selalu memberikan maaf, namun jangan melakukan hal itu berulang-ulang kali. Kami juga bisa lelah dan akhirnya meninggalkan Engkau.

Bagi Kami Memaafkan Itu Adalah Salah Satu Cara Mempertahankan Hubungan Ini, Jadi Hargailah Itu

Jika kami hanya bisa marah-marah dan tidak memberikan maaf sama sekali, atau langsung mengambil ucapan “putus” itu tandanya kemarahan kami sudah sangat meluap dan tidak bisa dibendung lagi. Jika permasalahan yang dihadapi kami pasti memberikan maaf. Walaupun terkadang ego kami seakan membuat kami gengsi. Tapi jujur dalam lubuk hati kami, kami telah memberikan maaf itu kepadamu. karena kami tidak ingin kehilangan Engkau dan berusaha mempertahankan hubungan ini. jadi kami mohon hargailah hubungan ini dengan tidak terus menerus mengulang kesalahan yang hanya membuat kami sakit hati dan kecewa.

Namun Sayangnya, Piring Yang Sudah Pecah, Pasti Masih Terlihat Bekas Pecahnya Saat Disatukan Lagi, Sama Halnya Dengan Hati Kami

Engkau sudah membuat kami kecewa dan terluka hatinya. Mungkin dalam bibir kami, kami memberikan kata maaf, walaupun sebenarnya dalam hati kami menangis. Jadi jangan kaget apabila kita bertengkar, kami dengan mudah menyalahkanmu atas kenangan masa lalu. karena rasa sakit hati yang dulu Engkau buat masih berbekas dan sulit untuk hilang. Hingga akhirnya menjadi memori yang tidak bisa dilupakan. Lagi pula maksud kami menunjukkan kesalahan Engkau di masa lampau, itu untuk mengingatkan Engkau agar Engkau tidak mengulangi kesalahan yang sama

Ingatlah Perempuan itu Seperti Tulang Rusuk yang Bengkok, Jika Dicoba Diluruskan Dengan Keras dan Paksa, Maka Dia Akan Patah

Perempuan itu seperti layaknya tulang rusuk yang bengkok, jika Engkau mencoba melurukannya dengan keras dan dipaksakan maka dia akan patah. Jadi usahakan Engkau harus bertindak selembut mungkin kepada perempuan, jangan sia-siakan perempuan dan hargai mereka. jangan paksa kami berubah sesuai dengan keinginan kami, dan harus mau menerima segala kesalahanmu yang membuat kami terluka. Karena saat kami sudah patah, maka pasti kami akan meninggalkanmu dan tidak akan mau kembali kepadamu.


Semoga menginpirasi

Rabu, 12 April 2017

Benarkah Melukai Hati Istri Bisa Membuat Rezeki Seret ? Berikut ini Penjelasannya

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini,  Suami yang merupakan imam yang memiliki kedudukan penting dalam keluarga. Mereka bertugas menjadi pemimpin dan memastikan kebutuhan keluarga tercukupi. Dengan kedudukan yang krusial ini, tidak jarang suami yang tidak menghargai posisi istrinya.




Terlebih jika istri tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Maka dengan dominasi finansial ini, suami kerap kali melakukan tindakan seenaknya yang dapat melukai hati istri.

Padahal menyakiti istri merupakan tindakan yang dapat menghambat rezeki.  Membahagiakannya menjadi salah satu jalan pembuka pintu rezeki yang paling lebar untuk keluarga. Lantas bagaimana bisa melukai hati istri bisa buat rezeki seret? Berikut ini ulasan selengkapnya :

1] Mood Istri yang Buruk Akan Menular

Jika tidak bisa mengungkapkan kepada suami tentang sakit hati yang dirasakannya, biasanya istri akan memendam perasaan kecewa tersebut. Dalam kadar yang besar, perasaan sakit hati dan kecewa ini akan memperburuk mood mereka. Perasaan negatif ini lama-lama akan semakin membesar dan berpengaruh kepada seluruh keluarga. Perasaan yang buruk akan menunda rezeki baik yang akan datang.

Untuk itu segeralah untuk memperbaiki kondisi mood istri. Sudah banyak terjadi suami yang bertengkar dengan istri selalu terhalang-halangi saat mencari rezeki. Bisa saja ban kendaraan pecah, bahkan hingga kecelakaan yang sering dialami setelah dua orang ini saling bertengkar.

2]  Istri Menjadi tidak Bersyukur

Suami yang menyakiti istri baik dalam bentuk ucapan atau tindakan sebaiknya berhati-hati. Pasalnya doa mereka terhadap para suami dalam kondisi terluka ini akan segera dihijabah. Mereka juga menjadi tidak bersyukur atas apa yang sudah anda berikan kepadanya.

Bahkan terkadang suami justru didoakan tidak diberi rezeki agar menjadi lebih baik kepadanya. Karena biasanya, pria akan berubah ketika memiliki uang lebih. Sehingga tidak jarang dalam hati istri mendoakan agar suami justru tidak diberi rezeki agar kembali menjadi pribadi yang baik kepadanya.

3]  Suami tidak Dilayani dengan Baik

Hal ini tentu sering dilakukan oleh istri yang hatinya dilukai. Mau tidak mau tindakan mereka mencerminkan hati yang sakit yang mereka rasakan. Hati istri yang terluka biasanya tidak ikhlas ketika melayani suaminya.

Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.

4]  Suami Tidak Didukung

Tidak bisa dipungkiri perasaan sakit hati ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung yang hebat bagi suaminya. Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.

5] Berpengaruh dalam Mendidik Anak

Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.

Nah sahabat mediaterkini, itulah alasannya kenapa istri yang tidak bahagia bisa bikin rezeki seret. Mungkin saja diantara anda ada yang pernah mengalami hal ini. Untuk itu bersegeralah saling introspeksi diri dan minta maaf. Bukankah dia adalah satu-satunya orang yang akan menemani anda hingga tua?  Karena anak-anak anda akan lebih memilih hidup bersama dengan suami atau istrinya ketika mereka sudah berkeluarga, dan hanya ada istri yang setia menemanimu hingga masa tua.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat bagikan ke orang terdekatmu. LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya. Terima Kasih


Sumber : wajibbaca.com

Wahai Lelaki Pelihara Jenggotmu, Sungguh Malaikat Berebut Air Wudhu Dari Sana

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini,  Apabila kamu melihat seseorang berjenggot biasanya, pastilah banyak yang menganggap bahwa orang tersebut sudah berumur dan mungkin saja malas membersihkan diri karena jenggot yang lebat. Namun, tahukah kamu bahwa dalam Islam, jenggot sangat mempunyai peran penting untuk seseorang yang memeliharanya? Tentunya jenggot yang dipelihara dengan baik.



Kajian terhadap jenggot kembali membuktikan secara ilmiah tentang apa yang disunnahkan oleh Nabi kita sejak lebih seribu tahun dahulu. Dr Jamnul Azhar Mulkan, menyebutkan bahwa orang yang memiliki jenggot itu memiliki khasiat yang luar bisa. Ia bukan pembuat risih, bukan penyeri atau penggatal wajah. Namun hal yang ada manfaatnya sangatlah lebih dari itu.


Menurutnya, kajian oleh saintis dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat yang berjudul The Amazing Fact of Human Body mendapati janggut lelaki mengandungi hor-mon testos-teron yang amat diperlukan bagi kesuburan wanita. Jenggot juga mampu menstabilkan periode haid dan juga dipercaya mampun menggalakkan pertumbuhan telur wanita.

Caranya bagaimana? Hanya melalui sentuhan. Jadi saat seseorang yang belum dikaruniai seorang anak karena ada masalah kesuburan, maka bisa menyuruh si suami untuk mendekat atau dicukur dan disimpan oleh sang istri, serta belailah selalu janggut suami tersebut. Ini sekaligus jadi bukti apa yang disarankan oleh Islam sejak zaman masa lalu, dan menurut para ahli bisa dibuktikan secara sains akan hikmah dan kelebihannya.

Pada zaman Rasulullah, ada seorang lelaki yang berjanggut 2 helai dan datang ke masjid lalu mengambil wudhu’, lelaki tersebut memandang Rasulullah dan Nabi pun senyum kepada lelaki itu. Lelaki itu bingung, dan merasa bahwa Nabi Muhammad SAW tersenyum karena janggutnya yang hanya tinggal 2 helai.

Keesokkan harinya sahabat lelaki tersebut datang lagi ke masjid setelah mencukur janggutnya. Ketika bertemu Rasulullah SAW, lelaki itu melemparkan senyuman tetapi Rasulullah tidak memandang langsung kepada lelaki tersebut. Lelaki itu pun makin heran kepada beliau, lalu lelaki itu mengajukan pertanyaan kepada baginda Nabi,

“Wahai Rasulullah mengapa hari ini kamu tidak senyum kepadaku seperti sebelumnya?”




Lalu Nabi menjawab: “Sebelumnya aku melihat malaikat berebut untuk menadah air wudhu’ yang jatuh dari jenggotmu tetapi ketika kamu mencukur janggutmu, tidak ada lagi malaikat yang menunggu di jenggotmu wahai sahabat”.

MasyaAllah, sungguh jenggot yang kita kira hanya sebagai salah satu ikon dari kedewasaan dan simbol para lelaki, ternyata maknanya sungguhlah dalam, hingga membuat banyak sekali malaikat berkumpul di jenggot seseorang untuk tetesan wudhu yang turun dari jenggot tersebut. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua orang yang beriman dan tahu hal-hal baik serta mengamalkannya di dalam kehidupan ini.

Semoga bermanfaat dan menginpirasi dalam hal kebaikan


Sumber : wajibbaca.com

Selasa, 11 April 2017

Pertanyaan “Kelas Berat”, Seorang Kristiani Tanya dengan 2 Ayat Al Qur'an Hingga Jawaban Telak Dr. Zakir Naik Menyadarkanya

MediandaTerkini – Sahabat MediandaTerkini,  Kedatangan Dr. Zakir Naik ke Indonesia menjadi angin sejuk bagi banyak orang di negeri ini yang masih meragukan kebenaran Tentang Agama Islam.



Hingga ada sebuah pertanyaan bisa dibilang berbobot. Pertanyaan ini sepertinya dikutip dari pernyataan salah satu misionaris yaitu Pendeta Junaedi untuk membingungkan dan memurtadkan umat adalah dengan mengutip Surat Az Zukhruf ayat 61 kemudian menafsirkannya sendiri.

Pertanyaan “kelas berat” ini diajukan oleh salah seorang peserta di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (8/4/2017) malam kepada Dr. Zakir Naik.

“Namaku Femi, aku seorang Kristen. Pertanyaan saya ada dalam Al Qur’an surat Az Zukhruf ayat 61” kata wanita itu.

Dengan terbata-bata, ia pun membunyikan ayat itu.

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Dan sesungguhnya dia (Isa) itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus” (QS. Az Zukhruf: 61)

Femi kemudian juga membacakan Surat Al Fatihah ayat 6:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus” (QS. Al Fatihah: 6)

Pertanyaanku adalah, siapakah yang dimaksud jalan yang lurus?” Femi mengakhiri pertanyaannya.

Para misionaris seperti Pendeta Junaidi menggunakan dua ayat ini untuk mengecoh orang bahwa yang dimaksud dengan shirathal mustaqim (jalan yang lurus) adalah Yesus. Sebab menurutnya, Yesus disebutkan sebagai jalan yang lurus pada Surat Az Zukhruf ayat 61. Sehingga, menurut Junaedi, jika seseorang minta ditunjuki jalan yang lurus sebenarnya jalan yang lurus itu adalah Yesus. Padahal, yang dimaksud jalan yang lurus dalam Az Zukhruf bukanlah Isa, karena memakai kata “hadza”. Jika yang dimaksud Isa, maka dhamirnya adalah “huwa.”

Menjawab pertanyaan Femi, Dr Zakir Naik menjelaskan bahwa maksud “wa innahu la’ilmu lis saa’ah” adalah Isa menjadi tanda hari kiamat, karena Isa masih hidup dan nanti akan diturunkan kembali ke dunia. Turunnya Isa adalah salah satu tanda hari kiamat.

Lalu tentang arti shirathal mustaqim, Dr Zakir Naik mengambil mushaf.

Inilah shirathal mustaqim. Shirathal mustaqim adalah Al Qur’an. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al Fatihah ayat 6. Dan Al Fatihah adalah induk Al Qur’an. Surat kedua Al Baqarah sampai surat ke-114 An Nas merupakan penjabaran dari shirathal mustaqim,” terang Dr Zakir Naik.

Di luar dugaan, ternyata Femi puas dengan jawaban Dr Zakir Naik bahwa shirathal mustaqim adalah Al Qur’an.

Baca Juga: Sering Terbangun Tengah Malam? Baca ini, Dijamin Hati Jadi Tenang Karena Doa Kita Dijamin Terkabul

Saudariku, apakah engkau mau mengikuti shirathal mustaqim?”

Tentu, aku mau mengikutinya”

Saudariku, apakah engkau percaya bahwa hanya ada satu Tuhan?”

Tentu”

Apakah engkau percaya bahwa Isa adalah utusan Allah?”

Aku pikir Isa adalah utusan,” jawab Femi disambut ucapan masya Allah dari Dr Zakir Naik dan tepuk tangan meriah dari penonton.

Saudariku, apakah engkau percaya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah?”

Ya, aku percaya”

Berarti Anda telah siap menjadi muslim sebab muslim itu percaya bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Femi kemudian mengatakan bahwa dirinya yakin Yesus adalah Nabi bukan Tuhan karena ia membaca Alkitab yang menyebut demikian. Lalu Dr Zakir Naik menambahkan ayat-ayat lain dalam Alkitab yang menguatkan bahwa Isa adalah Nabi dan Nabi terkahir adalah Nabi Muhammad.

Setelah itu, Femi pun mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan dibimbing Dr Zakir Naik. Dan takbir pun menggema di Stadion Patriot. Allahu Akbar , Allahu Akbar

Semoga bermanfaat


Sumber : wajibbaca.com

Sebelum Kamu Merebut Suami Orang, Ini Pesanku Untukmu yang Hendak Lancang!

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Siapapun pernah bersedih sampai2 ingin mengakhiri hidupnya, setidaknya sekali dalam hidupnya. Dan itupun kualami sekitar 10 tahun yang lalu, saat aku sebagai seorang gadis di usia puncaknya berhadapan dengan orang tua yang terlalu over protective, mengatur dan di mataku hanya ingin menang sendiri dan ‘not to mention’ kepala batu. Terutama ayahku.




Dalam kegalauan karena gagalnya kisah-kisah percintaan dan perjodohanku karena campur tangan orang tuaku, aku nekat untuk mengakhiri hidup dengan caraku. Aku mendaftarkan diri menjadi relawan untuk organisasi kemanusiaan yang memiliki program khusus di daerah konflik dan rawan. Hal ini kusengaja selain sebagai bentuk protesku kepada ayah dan ibuku, juga untuk menyelesaikan hidup penuh frustasiku dengan harapan ada sebutir peluru yang mampir ke kepalaku atau sebilah parang yang bisa mengakhiri hidupku. Sebuah pemikiran ekstrim untuk seorang gadis di usiaku yang belum mencapai 30 tahun saat itu. Namun itulah yang terjadi karena akumulasi kekecewaan sekaligus kemarahanku kepada ayah dan ibuku.

Singkat cerita aku meninggalkan orang tuaku dan keluargaku di Pulau Jawa. Selepas wisuda sarjana di bidang medis, aku mulai berpetualang dengan tim relawan dimana aku ditunjuk sebagai koordinatornya. Di daerah konflik yang aku datangi, tugas kami hanyalah berkisar di antara masalah kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan hal-hal lain yang bersifat sosial dan kemanusiaan.

Untuk memperlancar komunikasi dan mencairkan interaksi dengan penduduk asli, kami dipandu oleh seorang pemuda lokal yang di mata masyarakat sesama sukunya, adalah pemuda yang disegani dan cukup terpandang bukan saja karena garis keturunannya yang berasal dari seorang ‘panglima perang’ sukunya, namun juga karena kecerdasannya yang didapatkan saat menjadi aktivis di beberapa organisasi lokal kedaerahan yang diikutinya. Di mataku dia sangat berbeda dengan mitos yang ada serta anggapanku sebelumnya tentang sifat dan karakter dari penduduk lokal, karena selain cerdas, dia juga sangat perhatian, lemah lembut dan sangat melindungi kami, khususnya anggota tim yang perempuan.

Hingga tak sadar muncul simpati dari hatiku yang notabene juga sedang mencari tambatan atas segala kekecewaan yang telah membuatku berada di ambang frustasi. Kami mulai saling mempunyai ketertarikan dan kemudian ‘jatuh hati’. Namun sayang seribu sayang, dia akhirnya mengakui bahwa dirinya telah memiliki pasangan dan dengan pasangannya dia telah memiliki seorang anak laki-laki.

Aku kaget, kecewa, patah hati dan kemudian berusaha untuk menjauh. Aku tak mau menjadi ‘benalu’ bagi dirinya dan pasangannya. Bahkan demi menjaga agar tak terjadi kesalahpahaman, akupun menemui perempuan yang menjadi pasangannya dan berbicara dari hati ke hati. Kami sepakat untuk saling menghormati dan saling menjaga perasaan masing-masing sebagai perempuan yang terlanjur sama-sama menyayangi laki-laki yang sama. Tepatnya aku mengalah.

Tapi yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang biasa terjadi pada sebuah cinta segitiga. Singkatnya seluruh faktor yang melingkupi hubungan kami pada waktu itu justru semakin mendekatkan kami, terutama dia yang ternyata tak mau kehilangan aku. Hingga pada satu moment akhirnya terjadilah apa yang harus terjadi, si perempuan pasangannya meninggalkan dirinya dan anak laki-lakinya karena pertikaian terus terjadi pada mereka berdua.

Dengan sumpah serapahnya, perempuan yang merupakan pasangan dari laki-laki itu menimpakan kesalahan pada diriku. Aku dianggap sebagai biang keladi retaknya hubungan cinta mereka, ayah kandung anak laki-lakinya.

Akupun merasa bersalah, mencoba melarikan diri darinya. Namun dalam pelarian dan persembunyianku darinya, justru kondisi ragaku tak mampu mendukung niatku. Akupun jatuh sakit dan dialah yang merawatku setelah dengan berbagai cara bisa menemukanku. Dan dalam kegalauan terpuncak yang bisa dirasakan oleh seorang perempuan, akhirnya aku meminta dia untuk ‘menikahiku atau meninggalkanku’, dan tentu saja dia menikahiku walau harus memeluk agama keyakinanku sebagai sarat mutlaknya.

Kami menikah, tanpa restu dan kehadiran kedua orang tuaku (yang memang tak kuinginkan terjadi, karena aku tahu pasti mereka akan menolak mentah-mentah ‘kegilaanku’ ini). Kami segera dikaruniai anak perempuan yang lucu, dan rumah tangga kamipun sempat berjalan selama hampir 7 tahun lamanya, saat akhirnya kusadari bahwa ‘pemberontakan’ terbesarku, upaya ‘mengakhiri hidupku’ justru mengarahkanku pada jalan berliku yang menuntunku pada satu hal.


Kemarahanku kepada orang tuaku sekian tahun lalu, nyatanya berbalik memukulku dengan sangat keras dan nyata. Di akhir tahun ke 7 pernikahanku dengannya, kami bercerai. Dan alasan perceraian kami, tidak kurang dan tidak lebih sama dengan kisah yang mengawali seluruh kisah percintaan kami, yakni: cinta segitiga.

Ya, aku yang pernah menjadi ‘orang ketiga’ untuk hubungan cinta antara dua anak manusia akhirnya harus memainkan peran yang berbeda dalam sebuah cinta segitia. Dan sekali lagi, seolah semua perjalanan dalam sepenggal hidupku ini telah menunjukkan bahwa; murkaku kepada orang tuaku di masa gadisku dulu, kini akhirnya berbalik dengan keras meninjuku. Telak.

“What goes around, comes around…”

Kini, 10 tahun sejak pertemuanku dengan dia, aku tinggal dengan anak perempuanku, kembali ke Pulau Jawa dan menekuni kembali perjalanan hidupku. Aku bukan sebagai gadis muda yang mencari mati seperti dulu, namun menjadi ibu dan single parent yang berusaha untuk tetap hidup dan menjalani kehidupan bagi anak perempuanku.

Karena kenyataannya, sampai hari ini, anak perempuanku yang belum berusia 4 tahunpun, belum pernah sama sekali pun bertemu dan melihat ayah kandungnya. Pemuda kekar yang melindungiku dan menjauhkanku dari berbagai macam peluru dan parang yang saat itu justru kunanti dan kucari sebagai cara untuk mengakhiri hidupku. Dan ini semua mungkin juga karena doa dari ayah ibuku yang kinipun telah tiada. (Dikutip dari cerita perempuan hebat yang ingin memberikan sebuah kisah inspiratif kepada para perempuan lainnya).

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat? Jangan ragu untuk bagikan ke teman-teman kamu juga ya! Menyebarkan informasi yang bermanfaat bisa menjadi amalan kamu juga lho. Sekaligus LIKE fanspage kami agar mendapatkan informasi bermanfaat lainnya. Terima kasih


Sumber : wajibbaca.com

Senin, 10 April 2017

Rasulullah Melarang Menghukum Anak Seperti Ini

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Mendidik serta membesarkan anak memang bukan hal perkara yang mudah. Pada tahap tumbuh dan kembangnya, anak kerap kali melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Sebagai orangtua, ada kalanya perasaan kesal menghampiri karena kelakuan si buah hati.



Perasaan kesal ini juga bisa bercampur dengan kemarahan yang pada akhirnya membuat mereka memberikan hukuman kepada anak. Orangtua menghukum dengan tujuan agar anak menyesal dan pada akhirnya berubah menjadi lebih baik.


Namum pada kenyataannya banyak hukuman yang justru menyakiti si anak. Tanpa sadar orang tua menghukum anak dengan cara yang mereka anggap benar namun ternyata dilarang menurut syariat. Hukuman seperti apakah yang dilarang tersebut? Berikut ini ulasannya selengkapnya.

1]  Memukul Wajah

Hukuman pertama yang tidak diperbolehkan dalam mendidik anak di agama Islam adalah memukul wajah si anak tersebut. Banyak orangtua yang berfikir bahwa dengan memukul, si anak akan segera sadar dengan kesalahannya. Namun pendapat ini merupakan suatu hal yang salah, karena bisa saja si anak malah dendam terhadap orangtua yang sudah menyakitnya.

Rasulullah SAW melarang memukul muka berdasarkan sabda Baginda yang artinya, “Jika salah seorang dari kamu memukul, maka hendaknya dia menghindari (memukul) wajah.”

Untuk itu, ketika melampiaskan marah kepada anak janganlah sekali-kali menyakitinya dengan memukul wajah anak tersebut. Jikalau masih bisa menasihatinya dengan lemah lembut, maka lakukanlah. Jangan mudah tergoda bujuk rayu setan untuk meluapkan emosi yang berlebihan.

2]  Menampakkan Kemarahan yang Sangat Berlebih

Ketika dalam keadaan marah, banyak orangtua yang menampakkan kemarahan mereka di depan anaknya. Padahal ternyata perbuatan yang demikian ini tidak dibenarkan dalam Islam.  Selain itu, perbuatan yang demikian bertentangan dengan amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ada baiknya ketika sedang marah, si orangtua menahan amarahnya tersebut.

“Bukanlah orang yang kuat itu diukur dengan kuatnya dia berkelahi, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

3]  Memukul di Dalam Keadaan Sangat Marah

Memukul dalam keadaan yang sangat marah ternyata juga tidak diperbolehkan di dalam Islam. Dikhawatirkan, jika orangtua melakukan hal tersebut maka ia akan lepas kontrol dan meluapkan emosi yang berlebihan.

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut kerena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah SAW dan Baginda berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada apa yang kami siksakan terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.”

4] Bersikap Terlalu Keras dan Kasar

Sikap ini sudah jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang diajarkan oleh Islam sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka dia akan terhalang dari mendapat kebaikan.”

Dari Anas bin Malik, “Aku membantu Nabi selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah berkata kasar kepadaku. Tidak pernah beliau berkata, ‘Mengapa engkau melakukan demikian?’ atau ‘Mengapa tidak engkau melakukan demikian?’” (H.R. Ahmad, Bukhori, Muslim, dan Abu Dawud).

Dengan bersikap keras dan kasar tentu akan membuat si anak meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Mereka akan jadi pribadi yang kasar juga terhadap orang lain. Meskipun masih anak-anak sebenarnya ada baiknya untuk menyampaikan hal yang diinginkan dengan lemah lembut.

5] Memukul dengan Benda Keras Sehingga Berbekas

Hal terakhir yang tidak boleh dilakukan dalam menghukum anak adalah memukul dengan benda keras hingga berbekas. Hal ini tentu saja dilarang oleh Rasulullah SAW, karena sekeras-kerasnya hukuman hanya menggunakan rotan dan itupun tidak boleh meninggalkan cedera dan bekas pada kulit si anak.

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa makna dari “pukullah” adalah “fadhribuuhunna ghairu mubarrih”, yaitu pukullah dia dengan tanpa membahayakan, seperti bengkak atau berbekas (H.R Muslim).

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi pengingat.


Sumber : www.ukhtiindonesia.com