Selasa, 28 Maret 2017

Wahai Para Lelaki Hargailah Seorang Perempuan, Sebagaimana Kamu Meghargai Ibumu, Saudarimu Dan Anak Perempuanmu

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini hidup didunia ini semua tentu ada balasannya masing-masing. Apa yang kita tanam tentu hasilnya tidak jauh beda dengan apa yang kita tanam tersebut. Seperti mengenai perlakuan, jika kita memperlakukan kurang baik tentu ada balasannya sendiri yang menimpa.



wahai lelaki, hargailah seorang perempuan kapanpun dan dimanapun kamu berada, sebagaimana kamu menghargai ibumu, saudara perempuanmu dan anak perempuanmu.

Karena ketika kamu pandai melihat perempuan lain dengan kacamata para perempuan tersayang didekatmu, maka tentu kamu tidak akan berlaku seadanya dan semaunya kepada perempuan manapun.

Wanita Pada Dasarnya Adalah Sama, Sama-Sama Mempunyai Hati Yang Lembut

Ingatlah selalu bahwa wanita pada dasarnya ialah sama, ia sama-sama memiliki hati yang lembut, maka selalu berlemah lembutlah kepada wanita dengan akhlaq mulia dan ilmu, bukan dengan na*fsu. Hargailah ia sebagaimana kamu menghargai para perempuan tersayang yang ada didekatmu.

Saat Kamu Berkeinginan Untuk Menjajal Hati Seorang Perempuan Ingatlah Bagaimana Jika Saudara Perempuanmu Juga Diperlakukan Demikian

Ketika kamu berkeinginan untuk menjajal hati seorang perempuan, maka ingatlah bagaimana jika seandainya saudara perempuanmu juga diperlakukan demikian oleh laki-laki yang tidak bisa bertanggung jawab.
Karena saat kamu bisa berfikir demikian, maka tentu kamu akan terlindungi dari sifat menghinakan seperti tadi.

Saat Kamu Berkeinginan Untuk Menghinakan Kehormatan Seorang Perempuan, Ingatlah Bagaimana Jika Ibumu Dihinakan Oleh Orang Lain

Ketika kamu berkeinginan untuk menghinakan kehormatan seorang perempuan dengan naf*su yang kamu miliki, maka ingatlah bagaimana bila seandainya ibumu dihinakan pula oleh seorang laki-laki lain.

Tidakkah kamu merasa marah dan sakit hati jika hal seperti itu sampai terjadi pada ibumu? Iya, tentu hal itu sangat menyakitkan, dan begitu pula dengan keluarga yang dimiliki oleh perempuan yang akan kamu hinakan.

Saat Kamu Berkeinginan Berbuat Seadanya Terhadap Seorang Perempuan, Ingatlah Bagaimana Jika Anak Perempuanmu Diperlakukan Demikian

Ketika kamu berkeinginan berbuat seadanya terhadap seorang perempuan, maka ingatlah bagaimana jika seandainya anak perempuan diperlakukan demikian kelak oleh laki-laki sepertimu.

Tidakkah kamu merasa miris membayangkannya?, sebab itulah mengapa setiap nafsu yang membujukmu untuk berbuat seadanya harus kamu kendalikan dengan baik, karena tentu orang tua mereka kan sangat terpukul oleh kelakuanmu yang seperti itu.

Belajarlah Menghargai Seorang Perempuan Dengan Selalu Melihat Para Perempuan Tersayang Yang Ada Didekatmu

Maka, belajarlah untuk selalu menghargai seorang perempuan dengan selalu melihat para perempuan tersayang yag ada didekatmu. Pandailah melihat dari sisi pandang mereka, agar kodadratmu sebagai seorang laki-laki tetap terjaga dengan baik.

Bagaimana kodrat seorang laki-laki? Yakni ia diciptakan lebih kuat dan lebih tegar, tidak lain sebagai pelindung seorang perempuan, maka karena itulah mengapa kamu sebagai laki-laki harus selalu menghargai seorang perempuan kapanpun dan dimanapun kamu berada.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Humairah

Minggu, 26 Maret 2017

Kalau Diri Kita Berkualitas, Maka Jodoh Berkualitas Akan Dihadirkan Untuk Kita Juga

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, sudahlah , jangan galau terus mikirin jodoh bakalan dapat jodoh yang kayak apa. Tidak perlu risau dalam hal memikirkan jodoh, karena jika engkau berkualitas maka jodoh berkualitas akan dihadirkan untukmu juga, jadi tenang aja.



Kalau engkau berkualitas tidak perlu merisaukan akan hal itu, cukup mempertahankan kualitas dirimu aja kok. Nanti jodohmu yang datang juga bakalan gak kalah berkualitasnya juga sama engkau, akan sangat serasi dan cocok sama-sama berkualitas.

Sadarlah, Bahwa Sendiri Ialah Status Terbaik Sebelum Menikah

Gak perlu mengatakan bahwa engkau jomblo yang kesepian, ngennes apalah segala macem, karena status jomblomu itu ialah status terbaik. Ketika engkau belum saatnya untuk menikah, maka memang seharusnya engkau manjalani hidup sendirian, menjomblo sampai engkau bertemu dengan seseorang yang engkau sebut jodoh.

Itulah status terbaik yang harus engkau miliki sebelum menikah. Tidak perlu merasa galau karena lama menjomblo dan tidak memiliki pasangan, jika bukan saatnya maka akan lebih baik jika engkau terus sendiri.

Kesucian Diri, Ketulusan Cinta Dan Besarnya Pengorbanan Hanya Untuk Orang Yang Sudah Dihalalkan Bagi Kita

Engkau harus bisa menjaga keucian dirimu sendiri, engkau harus bisa menjaga ketulusan cintamu, jangan memberikannya untuk orang belum berhak memiliki cintamu. Karena yang paling berhak memilikimu merasakan tulusnya cintamu hanyalah dia yang benar-benar tercipa untukmu. Semuanya hanya untuk seseorang yang telah disandaingkan namanya dengan namamu. Pengorabananmu hanya untuk orang yang sudah menghalalkanmu.

Maka Sebelum Menikah Kita Harus Sabar Dalam Kesendirian

Bersabarlah, jika belum waktunya untuk menikah, engkau harus bisa terus bersabar dalam menajalani kehidupan yang sendiri. Tidak perduli mereka mengatakan engkau jomblo dan gak laku-laku, tetaplah seperti itu, tetaplah menajga diri dalam kesendirian.

Engkau harus bersabar kerena kesendirianmu yang harus engkau jalani mugkin agak sedikit lama dan engkau hanya akan melihat orang-orang disekitarmu yang mulai berpasangan dan cuma engkau sendiri yang tetap sendirian. Maka bersabarlah, semua ada waktunya.

Tak Perlu Galau Lagi Soal Jodoh ya sahabatku

Apa coba yang perlu engkau galauin, soal jodoh udah ada yang ngatur, tinggal bagaimana engkaunya aja yang harus dia atur biar gak dapet jodoh yang gak susah di atur juga.

Engkau tidak akan kebagian jodoh kok, karena jodoh itu udah ada sejak engkau belum lahir, maka bersabarlah dalam menunggu tidak perlu macem-macem cari seseorang buat mengisi hari-harimu. Karena jika dia bukan jodohmu, untuk apa engkau menjalani hidup dengan orang yang salah.

Karena Jika Engkau Berkualitas Engkau Tidak Akan Mendapatkan Jodoh Yang Tidak Berkualitas, Sudah Pasti Jodohmu Yang Berkualitas Juga

Pantaskan dirimu, sebagaiamna engkau ingin mendapatkan pasangan yang juga pantas untukmu. Karena jika engkau berkualitas tidak mungkin jika jodohmu tidak berkualitas juga, sudah pasti jodohmu akan berkualitas, sebanding denganmu nanti. Ingat tuhan tidak akan pernah salah dengan jodoh, jadi engkau sendiri yang harus menghebatkan dirimu terlebih dahulu, sebelum bertemu dengan jodohmu.

Semoga dengan memperbaiki kualitas diri sendiri, maka jodoh kita akan juga berkualitas.



Sumber : kajian-ukhuwah.blogspot.co.id

Sabtu, 25 Maret 2017

Inilah “MEREK” Kosmetik & Perhiasan Muslimah yang Paling Halal, Bahkan Dianjurkan!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Semua wanita tentu ingin tampil cantik dengan berbagai macam make up serta aksesoris seperti perhiasan, namun tahukah anda kaum wanita ternyata ada make up yang benar-benar halal jika diterapkan kaum wanita. Dalam islam, seorang wanita begitu dimuliakan. Tak hanya dari fisik saja, tapi juga perbuatan dan ibadahnya semua sudah diatur. Begitu juga soal dandan.



Rasulullah SAW bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu’anhu,“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud).

Sahabat medianda terkini untuk menjadi cantik, wanita bisa menggunakan perhiasan atau makeup, namun untuk wanita muslimah ternyata ada kosmetik khusus, yang sudah pasti halal bahkan dianjurkan. Seperti yang dikutip dari satumedia.

1. Bedak merk “Wudhu”

Apabila kita ingin wajah kita bersinar, sedap dipandang, pakailah bedak merek ini paling tidak 5 kali sehari. Semakin banyak memakainya semakin bersih dan bersinar, karena bedak yang bermerek “Wudhu” ini tidak mengandung zat kimia.

2. Kalung merk “Istigfar”

Apabila menggunakan kalung merek lain banyak orang mengincar wanita, atau jika wanita lupa memakainya, wanita akan dibuat pusing. Tapi jika wanita memakai kalung istighfar maka ia akan mendapatkan banyak manfaat di dalamnya. Karena dengan memakai kalung ini tak akan ada orang yang mengincar. Semakin sering  memakainya, maka dosa kita semakin luntur.

3. Gelang Tangan merk “Shodaqoh”

Sungguh aneh gelang yang satu ini, semakin sering kita memakainya, semakin banyak mendapatkan rizki.

4. Lipstik merek “Subhanallah”

Semakin kita gunakan dibibir kita lipstik ini, jika kita melihat makhluk Allah SWT yang menakjubkan, maka bibir kita akan terhindar dari isu dan ngrumpi.

5. Jilbab merk “Tawakal”

Bukan sekedar menutup aurat, tapi rambut jg mahkota. Jilbab merek “Tawakal” ini membuat kita percaya diri dalam menerima suatu keputusan setelah kita berusaha.

6. Anting merk “Sami’na Wa Atho’na”

Artinya, ini membuat kita menjadi wanita sholehah, karena jika kita pakai, kita akan ta’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rasulullah ï·º , suami dan orang tua.

7. Cincin merk “Tasbih”

Jemari kita yang lentik akan semakin indah dan asyik bila melingkar dijari kita merek “tasbih” ini, bahkan cincin ini adalah pembuka rizki bagi kita.

8. Gaun merk “Taqwa”

Gaun ini akan melindungi kita dari segala cobaan yang ada di dunia, bahkan mampu melindungi diri kita dari kobaran api neraka, bahkan surga diam-diam merindukan wanita yang sering memakai gaun ini.

9. Kacamata merk “Mahabbah”

Biasanya jika orang melihat sesuatu yang dia tak suka, maka ia akan memalingkan wajahnya atau tidak mau melihat. Tapi kita coba kacamata ini, Insya Allah sifat dengki, dendam yang ada pada diri kita akan hilang karena kacamata ini dianjurkan oleh Rasulullalh.

10. Parfum merk “Akhlaqul Karimah”

Parfum ini tidak mengandung alkohol dan tidak pernah hilang wanginya walaupun kita sudah tiada. Semakin banyak kita menggunakan parfum ini, semakin banyak teman yang cinta kepada kita. parfum ini langsung didatangkan dari Rasulullah.

Ingatlah, Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan Rasulullah ï·º pernah bersabda, “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).

Semoga bermanfaat.


Sumber: wajibbaca.com

Jumat, 24 Maret 2017

Seburuk Apapun Kau Pandang Diriku, Belum Tentu Kau Lebih Sempurna

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Roda kehidupan itu pasti ada, yang diatas belum tentu diatas terus dan yang dibawah belum tentu berada di bawah seterusnya. Seperti halnya dengan akhlak, yang memiliki akhlak jelek belum tentu ia akan seterusnya jelek begitu pula sebaliknya.



Jadi orang jangan suka ngeremehin orang lain, jangan suka menilai orang lain lebih buruk dari dirimu hanya karena kamu tau dia pernah melakukan beberapa kesalahan. Kau tak pernah tau apa yang kamu pandang buruk dari dirinya ternyata bukanlah sesuatu yang buruk bagi orang lain.

Terlebih lagi apapun yang kau pandang buruk darinya, belum tentu juga kamu lebih baik darinya. Kamu mungkin bisa merasa kalau kamu lebih baik dari orang lain, tapi belum tentu bagi orang lain kau lebih baik dari orang yang kau pandang lebih rendah darimu.

Seburuk Apapun Kau Menilai Diriku Belum Tentu Kamu Lebih Baik Dari Diriku

Seburuk apapun penilaianmu terhadap diriku, belum tentu juga kamu lebih baik dariku. Jadi jangan suka merasa kamu lebih baik dariku, jangan suka menilai hidupku.

Jangan kengurusi hidupku kalau memang tidak suka menjauhlah dan diamlah. Sebab belum tentu kamu lebih baik dariku, dan apa yang aku lakukan belum tentu dari apa yang pernah kamu lakukan.

Kau Mungkin Bisa Merasa Lebih Baik Dariku, Bukan Karena Emang Kamu Baik Tapi Karena Kau Pandai Menutupi Aibmu

Kau mungkin saja bisa merasa yakin kalau kamu lebih baik dari diriku, tapi ingatlah itu penilaianmu sendiri bukan penilaian orang lain. Kau mungkin bisa mengatakan pada teman-teman dekatmu bahwa kamu lebih baik dariku tapi ingatlah itu bukan penilaian teman-temanmu atau mungkin karena temanmu tidak tau kalau kamu pandai menutupi aibmu sendiri.

Semua Orang Punya Kekurangan Dan Kelebihannya Masing-Masing Termasuk Aku Dan Kamu

Sahabat medianda terkini kau pasti sadar betul bukan kalau aku dan kamu sama-sama punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kalaupun aku lebih banyak memiliki kekurangan dibandingkan dirimu, itu belum tentu kalau kamu lebih baik dariku, lebih sempurna dariku.

Secara fisik mungkin kau bisa menyebutkan kalau kau memang lebih sempurna dariku, tapi jangan lupa manusia itu bukan cuma dilihat dari fisiknya saja namun juga dilihat dari hati dan cara berpikirnya.

Kau Boleh Pandang Aku Lebih Buruk Darimu, Tapi Belum Tentu Tuhan Memandangku Lebih Buruk Darimu

Pandanganmu tidak sama dengan pandangan Tuhan, apa yang kamu lihat hina dariku belum tentu bagi Tuhan itu adalah hal yang hina. Padangan burukmu terhadap diriku bukanlah tolak ukur atau menjadi tanda kalau aku memang lebih biruk darimu.

Bisa jadi sebaliknya, jadi berhentilah memandangku lebih biruk dariku, karena kenyataannya kau memang belum tentu lebih sempurna dariku.

Kalau Kau Memang Merasa Lebih Baik Dariku Tidak Perlu Memandangku Rendahan

Jika kau merasa memang lebih baikku tidak perlu menggapku rendahan, tidak perlu menggap orang lain hina. Syukuri saja hidupmu kalau memang kamu merasa hidupmu lebih baik dariku. Menggap orang lain lebih rendahan itu tidak membuatmu terlihat terhormat, sebaliknya kau malah dianggap sombong.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Duapah

Rabu, 22 Maret 2017

Subhanallah Inilah Alasan Mengapa Kita Dianjurkan Berdzikir Menggunakan Ruas Jari Tangan

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini sebagai umat muslim tentu sudah merupakan salah satu kewajiban untuk melaksanakan dzikir. Sebab dzikir merupakan salah satu ibadah utama dalam ajaran Islam. Umumnya, umat muslim berdzikir dengan menggunakan ruas jari tangan.



Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Disebutkan dalam hadits Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah memberitahukan kepada seorang sahabat yang ikut hijrah ke Madinah agar menghitung dzikir dengan menggunakan ruas jari tangan.

Lantas apa alasan di balik anjuran Rasul ini? Anna an-nabiyya amara hunna an-yuraiina bi at-takbiiri wa at-taqdiisi wa at-tahliili, wa an-yaqidna bil anaamili, fa innahunna mas-uulaatun mustanthiqaatun.

"Nabi memerintahkan kaum wanita agar selalu membiasakan amalan dengan membaca takbir, taqdis, dan tahlil. Semua itu agar dihitung dengan ruas jari-jari tangannya. sebab di hari kiamat kelak, ruas-ruas jari tangan tersebut akan dimintai keterangan dan dituntut untuk berbicara."

Hadits itu diperkuat pula oleh riwayat lainnya dari At-Tarmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i secara sahih dari Abdullah bin Umar.

Abdullah bin Umar berkata, "aku telah melihat Rasulullah SAW menghitung-hitung bacaan tasbihnya. (Rasulullah menghitung bacaan dzikir) dengan jari tangan kanannya".

Sahabat medianda terkini jadi kesimpulannya adalah dzikir menggunakan ruas jari tangan dianjurkan karena kelak jari-jemari itulah yang akan bersaksi di hadapan Allah SWT saat hari kiamat.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Infomoeslim.com

Memang Sakit Jika Harus Melepaskannya, Tetapi Akan Lebih Sakit Jika Hanya Kamu Yang Berjuang Sendirian

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Hidup bahagia tentu impian semua orang. Namun kita sebagai manusia biasa tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Apakah hidup bahagia atau malah sebaliknya.



Apapun yang akan membuatmu sakit, maka jangan masih mempertahakannya. Lepaskanlah meski itu terasa sakit, karena akan lebih menyakitkan jika hanya kamu saja yang tetap berjuang sendirian. Maka lebih baik kamu lepaskan dia dari pada kamu harus merasakan sakit dan berjuang sendirian.

Jika kamu tidak melepaskannya maka kamu akan semakin merasakan sakit karena melihat dia yang tidak memperjuangkanmu. Mau sampai kapan kamu akan berjuang sendirian tanpa kamu diperjuangkan olehnya. Mau sampai kapan kamu akan merasa sakit olehnya yang tidak menganggapmu.

Pepatah Mengatakan, Apapun Yang Membuatmu Sakit Tinggalkan. Kalau Sudah Tau Kamu Sakit Saat Bertahan Dengannya, Lebih Baik kamu Lepaskan Dia

Sahabat medianda terkini jika sudah tau itu sakit kenapa kamu masih tetap bertahan dan terus memperjuangkannya. Sudah jelas-jelas cuma nyakitin kamu, seharusnya kamu lebih tegas dalam mengambil keputusan.

Apapun yang membuatmu sedih kamu harus berani meninggalkannya. Tidak perduli meskipun sebenarnya kamu sangat menginginkannya. Kalau pada kenyataanya hanya membuatmu sakit, maka lepaskan saja dia.

Melepaskan Seseorang Yang Kamu Sayangi Itu Memang Tidak Mudah, Karena Kamu Akan Merasa Sakit Atas Kehilangannya

Kehilangan seseorang yang sangat kamu inginkan dan sangat kamu sayangi itu memang tidak mudah. Tetapi kalau kamu tidak melepaskan dia maka kamu yang akan merasakan sakit terus menerus.

Lepaskanlah, maka kamu akan merasa lebih lega dan lebih bahagia setelah itu. Dan kamu lebi berhak mendapatkan seseorang yang menyangimu juga bukan cuma kamu yang sayang dan berjuang untuknya.

Tetapi Lebih Baik Kamu Melepaskan Dia Dan Kehilangan Dia Dari Pada Cuma kamu Yang Berjuang Sendirian

Sahabat medianda terkini apabila kamu enggan melepaskan dia yang hanya membuat kamu terluka. Maka yang kamu dapatkan hanyalah sakit hati yang berkepanjangan. Karena kamu tidak tau jika ada orang yang lebih pantas kamu cintai dan kamu pertahankan.

Maka lepaskanlah dia yang hanya membuatmu sakit. Temukan seseorang yang mau memperjuangkanmu juga, yang mencintaimu juga dan yang menyanyangi kamu juga tentunya. Lebih baik kehilangan dia dari pada cuma kamu yang berjuang sendirian.

Melepaskan Memang Sulit Dan Akan Terasa Sakit, Tetapi Masih Lebih Sakit Ketika Hanya Kamu Yang Berjuang Sendirian

Sakit hati dan merasa kehilangan itu wajar. Dari pada hanya kamu saja yang selalu merasakan sakit sendirian dn selalu berjuang sendirian. Sekalipun melepaskan itu sulit dan terasa sakit, tetapi lebih sakit mana ketika cuma kamu yang berjuang sendirian, ketika cuma kamu yang cinta sendirian dan yang sayang sendirian.

Lebih sakit tetap bertahan bukan, lantas kenapa kamu masih tetap bertahan kalau menyakitkan. Karena kamu masih berhak bahagia dan dicintai oleh orang yang cintai.

Tidak Ada Cara Lain Kamu Harus Melepaskan Dia Dari Pada Harus Beratahan Dan Berjuang Sendirian

Tidak ada jalan keluar lain selain kamu harus bisa melepaskan dia yang sama sekali tidak mencintaimu, tidak menyangimu bahkan tidak memperjuangkanmu. Karena kalau dia juga menginginkanmu dia tidak akan pernah membuatmu berjuang sendirian.

Sahabat medianda terkini jika hanya kamu yang berjuang sendirian itu artinya dia tida menginginkanmu. Jadi untuk apa kamu terus memperjuangkannya. Lebih kamu lepaskan saja dari pada harus bertahan dan berjuang sendirian.

Semoga bermanfaat.




Sumber:Postshare

Studi: Yang Membuatmu Cantik Bukan Wajahmu Tapi Raut Ekspresimu

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini semua wanita tentu ingin memiliki wajah cantik, sehingga tidak sedikit para wanita yang menempuh jalan perawatan wajah agar mendapat wajah cantik nan berseri. Namun tahukah anda bahwa kecantikan seorang wanita bukan dilihat dari cantik wajahnya tetapi dari ekspresinya.



Jika sedang membahas soal cantik atau menariknya seseorang, biasanya kita langsung fokus pada penampilan fisiknya. Atau mungkin kita akan membahas soal inner beauty. Namun ada penelitian menarik nih sahabat medianda terkini terkait faktor penting yang mempengaruhi cantik tidaknya seseorang.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Silke Anders, profesor Social and Affective Neuroscience di University of Lübeck, Jerman, seperti yang dikutip oleh lifehack.org, para partisipan diminta untuk menonton klip video wanita-wanita yang mengekspresikan emosinya dengan cara berbeda. Lalu, para partisipan tersebut diminta untuk menyebutkan mana yang paling atraktif atau menarik.

Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa saat para partisipan itu bisa memahami emosi wanita yang ada di klip video tersebut dengan mudah, maka mereka menganggap wanita tersebut lebih atraktif. Dengan kata lain, raut ekspresi dan semakin mudahnya seseorang mengekspresikan emosinya, emosinya jadi mudah dibaca dan terlihat lebih menarik.

Sahabat medianda terkini para ilmuwan dalam penelitian tersebut juga mengukur aktivitas otak para partisipan. Hasilnya terlihat pada partisipan yang bisa dengan mudah membaca emosi wanita dalam klip video tersebut, ada peningkatan aktivitas di area otak yang berfungsi dalam memproses atraktif tidaknya seseorang.

Dalam sebuah penelitian lain yang dikutip dari exploringyourmind.com, para relawan diminta untuk memperhatikan foto enam pria dan wanita berbeda yang menampilkan ekspresi yang berbeda-beda. Hasilnya, foto yang menampilkan wajah yang tidak menampilkan cukup banyak ekspresi dianggap kurang atraktif.

Sahabat medianda terkini memang secara umum banyak faktor yang mempengaruhi cantik tidaknya seseorang. Bukan hanya karena persoalan fisik saja tetapi juga cara kita mengekspresikan emosi. Kecantikan bisa terpancar dari emosi dan bahasa tubuh yang kita tampilkan. Bahkan sebuah senyuman yang kamu perlihatkan juga bisa membuatmu terlihat atraktif.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Postshare

Selasa, 21 Maret 2017

Menikahlah Meskipun Penghasilan Baru Cukup Untuk Sepiring Berdua, Jangan Takut Tidak Bisa Makan...

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Semua orang tentu ingin segera menikah terlebih jika usianya sudah cukup umur. Disamping itu menikah adalah sunnah Rosul shollallaahu 'alayhi wa sallam yang sangat banyak pahalanya. Sampai-sampai penekanan sunnah Rosul ini disebutkan bahwa orang yang tidak menikah tanpa udzur syar'i, dikatakan bukan termasuk umat Rosulullah. Banyak yang akhirnya mengundur-undur pernikahan hanya karena materi. Mereka sibuk mencari materi yang dirasa bisa membuat bahagia.




Sahabat medianda terkini namun ternyata menikah tidak disyaratkan harus kaya terlebih dahulu.

Nasihat dari Ustadz Khalid Basalamah untuk menikah, terkotak pada syarat dasar yakni mampu. Apabila seorang lelaki sudah mampu untuk mencari nafkah maka ia pun sebaiknya menikah. Begitu pun dengan perempuan, apabila sudah siap untuk mengandung dan mengasuh anak maka itu sudah cukup baginya untuk dianjurkan menikah.

Semoga bermanfaat dan semoga sahabat medianda terkini yang belum bertemu dengan jodohnya segera dipertemukan jodohnya oleh Allah jodoh yang sholeh /sholiha. Aamiin



sumber : infomoeslim.com

Mampukah Kita Membalas Kebaikan Ibu? Begini Jawab Anak Orang Yang Paling Ditakuti Setan

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini berbuat baik kepada kedua orang tua adalah merupakan kewajiban setiap anak. Sebab tidak ada seorang anak pun yang mampu membalan kebaikan orang tua khususnya seorang ibu meski ia sudah berbuat baik kepada ibunya kecuali hal ini. Seperti kisah ini. Suatu ketika, Abdullah Bin Umar, putra dari Amirul Mu’minin, Umar bin Al Khattab (Manusia yang paling ditakuti setan) melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah.



Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Abdullah Bin Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”

Menggendong Ibu Ketika Haji

Abdullah Bin Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi).

Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa setiap anak tidak akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali ia menemukan orang tuanya sebagai budak, lalu dibeli dan dimerdekakan. (HR Muslim).

Dalam hadist lain, “Berbuat baik kepada kedua orang tua itu lebih utama daripada shalat, sedekah, puasa, haji, umrah, dan berjihad di jalan Allah.” (HR Thabrani).

Apakah masih ada kewajiban berbuat baik kepada orang tua setelah keduanya wafat? Sabda Nabi SAW, “Masih, yaitu mendoakannya, memohonkan ampunan untuknya, menunaikan janjinya, memuliakan temannya, dan menyambung hubungan kerabat yang tidak tersambung kecuali dengannya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan al-Hakim).

Sahabat medianda terkini sejarah mencatat, banyak orang hebat yang lahir dari seorang ibu yang juga hebat. Kita tidak akan dapat menjadi hebat seperti sekarang tanpa sentuhan darinya. Maka, tak berlebihan jika ada ungkapan, Al-Jannatu tahta aqdami al-ummahat”, surga berada di bawah telapak kaki ibu.

Karena itu, ketika seorang laki-laki berhijrah dari Yaman kepada Nabi SAW dan ingin berjihad. Kemudian, Nabi SAW bertanya, “Apakah diYaman masih ada kedua orang tuamu?”

“Masih ya Rasulullah” jawab laki-laki itu.

Nabi SAW bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan mintalah izin darinya. Jika keduanya memberi izin maka engkau boleh berjihad dan jika keduanya tidak mengizinkan maka berbuat baiklah kepadanya, karena hal itu merupakan sesuatu yang paling baik yang engkau bawa untuk bertemu dengan Allah setelah tauhid.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).

Lalu, datang laki-laki lain kepada Nabi SAW meminta baiat untuk berangkat hijrah. Ia berkata, “Aku datang kepadamu, sehingga membuat kedua orang tuaku menangis.”

Kemudian Nabi SAW bersabda, “Kembalilah kepada keduanya dan buatlah keduanya tertawa, sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, dan al-Hakim).

Ibu memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Dialah yang mencetak generasi unggul.

Maka, tidaklah berlebihan jika seorang penyair mengungkapkan, Al-Ummu madrasatun, in a’dadtahaa a’dadta sya’ban thayyiba al-a’raaqi. Ibu itu laksana sebuah sekolah, apabila kamu persiapkan dengan baik, berarti kamu telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.

Dalam hadis lain, Rasul SAW menempatkan ibu sebagai orang yang paling utama untuk dihormati. Beliau memerintahkan umatnya untuk senantiasa memuliakan ibunya, kemudian menyayangi ibunya. Setelah itu, barulah bapak. Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.




Sumber:kabarmakkah.com

Batas Kesabaran Wanita Adalah Diam, Meski Banyak Luka Ada di Dalam Hatinya

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini berlaku sabar adalah merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Namun meski sangat sulit, bukan berarti tidak bisa dilakukan, sesulit apapun kita untuk berlaku sabar, menerima kenyataan dengan ikhlas dan senantiasa berpikir tenang.



Selama kita yakin bahwa bisa melakukannya sadar atau tidak, sabar adalah merupakan suatu hal dan keadaan yang kita miliki hingga kapan pun, dimanapun dan saat kita bersama siapapun.

Seberat apapun cobaan yang kita terima, sesakit apapun luka yang kita rasakan, pastikan untuk senantiasa sabar dan jangan pernah merasa geram apalagi dendam.

Sahabat medianda terkini memang, sabar juga ada batasnya. Tapi, bukan berarti batas kesabaran adalah saat dimana kita juga akan menyakiti dan melukai orang lain yang telah menyakiti atau melukai kita.

Bukan berarti batas kesabaran adalah di mana kita meluapkan emosi kita dan hilang kendali dalam tetap berlemah lembut serta bersopan santun. Batas dari kesabaran yang sebenarnya adalah diam Ladies. Tapi, bukan berarti diam yang tanpa usaha dan tanpa doa ya.

Inilah tiga hal yang dapat mengajarkan kita arti dari kesabaran :

1. Diam Mengajarkan Kita Untuk Lebih Fokus dan Tenang Dalam Menyelesaikan Masalah

Berusaha untuk tetap tenang, nyaman dan diam saat menerima kenyataan pahit atau luka mendalam bukan berarti bahwa kita sedang kalah atau pun sedang lemah. Di balik sikap diam karena terluka, kita juga tetap disarankan untuk senantiasa berpikir positif dan fokus.

2. Tidak Hanya Menenangkan Jiwa, Sikap Sabar Juga Menyehatkan Raga

Bersikap sabar tak hanya membuat jiwa menjadi lebih tenang, lebih nyaman dan menerima segala keadaan yang ada. Sabar, juga telah menjadi salah satu hal yang bisa membuat raga menjadi lebih sehat dan terjaga. Sabar juga akan senantiasa membuat setiap orang merasa bahagia dan bersyukur dengan apapun keadaannya.

3. Segala Ujian Hanya Sementara, Lepas Dari Itu Pastilah Muncul Rasa Bahagia

Sahabat medianda terkini yakinlah bahwa segala ujian yang ada hanyalah sementara. Percaya bahwa Tuhan tak akan membiarkanmu terluka dan merasa sakit terlalu lama. Kalau pun kamu merasa kamu sangat terluka dan tersakiti, itu hanya perasaanmu saja.

Selama kamu mau lapang dada dan ikhlas dalam menerima segala hal yang kamu alami, perlahan perasaan terluka dan kecewa tersebut akan berkurang. Tak hanya berkurang, perasaan terluka dan kecewa tersebut kemungkinan besar juga akan berubah menjadi lebih nyaman, tenang serta bahagia.

Sahabat medianda terkini jadikan sebuah luka yang ada sebagai pelajaran berharga dan pastikan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama agar luka ini tak kembali muncul menyerang kita. Maka pastikan untuk senantiasa menjadi pribadi yang sabar dan tak mudah tersulut api amarah. Percaya atau tidak, sabar adalah sikap yang begitu indah, sikap yang menjamin ketenangan juga kebahagiaan untuk kita.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Postshare

Mari ‘Mendidik’ Anak agar Bisa Memiliki ‘Rasa Hormat’ Bukan ‘Penurut’ kepada OrangTua

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Tidak sedikit orangtua yang bisa ‘mengajari’ anak dan memerintah untuk melakukan apa yang orangtua mau. Meskipun itu tidak mudah. Namun ada tingkat yang lebih sulit lagi, yakni bagaimana ‘mendidik’ anak agar ikhlas menuruti perintah orangtuanya sebab rasa hormat dan bhaktinya.



Mengajarkan anak Anda untuk menghormati Anda, saudara yang lebih tua, merupakan salah satu aspek paling penting dalam mendidik anak.

Memiliki anak yang berbakti, santun dan menghormati yang lebih tua adalah dambaan setiap orang tua. Nah sahabat medianda terkini simak tips dari sayangianak.com, berikut ini agar anak lebih dapat menghormati Anda

1. Perlakukan dan hormati anak seperti Anda menghormati orang dewasa.

Sering sekali orang tua yang luput dari menghormati anak-anaknya, namun mereka malah mengharuskan anak-anaknya menghormati orang yang lebih tua. Ingat, anak juga manusia yang memiliki perasaan dan dapat mencontoh apa yang sering ia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar ia tidak luput dari rasa menghormati siapapun menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

2. Berikan contoh yang baik dan perlakukan anak-anak sebagaimana anda ingin diperlakukan

Anak adalah peniru ulung atau ‘Great Imitator’, pada umumnya anak akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya. Saat Anda memperlakukan anak dan pasangan Anda dengan rasa hormat, anak Anda akan tumbuh dan percaya bahwa rasa hormat itu cara yang baik untuk memperlakukan orang lain. Apabila anak Anda lebih condong berteriak kepada Anda dan orang lain, perhatikan cara Anda bersikap. Jika Anda sering mengamuk dan berteriak jika ada hal yang tidak sesuai dengan kemauan Anda, anak Anda akan melakukan hal yang sama.

3. Bersikaplah tegas dengan apa yang anda ucapkan dan berikan ia alasan

Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak, apalagi harus dengan kekerasan. Tegaslah dengan apa yang Anda ucapkan. Jika Anda melarang atau meminta anak melakukan sesuatu beri ia alasan yang benar serta beri ia ketegasan.

4. Bersikaplah terus terang kepada anak dan berikan penjelasan mengenai sesuatu

Katakan pada anak Anda sesuatu yang semestinya mereka ketahui, beri ia penjelasan mengenai sesuatu. Apabila anak menanyakan satu hal dan Anda tidak mengetahui jawabannya, ada baiknya Anda mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak anak mencari tahu jawabannya bersama-sama. Sikap ini akan lebih dihargai anak ketimbang Anda pura-pura tahu.

5. Jadilah orangtua yang konsisten baik dalam bersikap maupun dalam berkata-kata

Jika orangtua menetapkan aturan A kepada anak maka sedapat mungkin orangtua harus tetap konsisten dengan peraturan tersebut, yakni A. Misalnya, ketika orangtua menekankan kepada anak supaya tidak pernah mengambil barang milik orang lain sebelum meminta izin dari pemiliknya, maka janganlah sekali-kali membiarkan atau bahkan menyuruh anak memakan makanan di toko yang belum dibayar.

6. Berikan pujian jika ia bersikap hormat

Mengapa anak Anda bersikap terhormat, pujilah anak Anda. Apabila anak Anda bersikap kurang ajar, hentikan dia dan bicarakan tentang kekurang ajaran anak Anda. Ketika Anda membiarkan anak Anda kurang ajar terhadap orang lain, Anda mengajarkan anak Anda bahwa Anda sendiri mengacuhkan tindakan tersebut.

7. Janganlah berdusta kepada anak atau memperdayainya

Karena tindakan orangtua seperti itu dapat mendorong anak untuk tidak menghargai orangtua beserta aturannya.

8. Berani meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan terhadap anak

Sahabat medianda terkini jangan takut meminta maaf atas kesalahan yang Anda lakukan, karena dengan demikian, anak akan menghargai sikap Anda serta mencontoh perilaku ini jika ia melakukan kesalahan.

9. Jangan takut mengungkapkan kasih sayang

Anak yang tumbuh dengan ekspresi kasih sayang orangtua akan memiliki sikap yang ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Hormatilah gagasannya akan sesuatu, seperti kritis dengan lingkungan sekitar, dan sikapnya dalam menghormati sesama.

10. Hormati hak anak, maka anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain

Sahabat medianda terkini anak berhak mendapatkan uang jajan maka berikanlah, berikan juga kebebasan untuk berbicara dan berekspresi, tentu kebebasannya jangan sampai keluar dari koridor yang diharapkan. Dengan cara seperti ini anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain.

Karena hasilnya memang luar biasa, maka usahanya pun harus luar biasa. Luar biasa apabila anda memiliki anak yang bisa mempunyai rasa hormat, tidak hanya saat diperintah. Namun anak betul-betul merasakan bahwa orangtuanyalah yang telah berjasa besar kepada hidupnya. Maka cara mengajarinya pun harus luar biasa.

Semoga bermanfaat.



Sumber: wajibbaca.com

Senin, 20 Maret 2017

Inilah 20 Perilaku Durhaka Istri Terhadap Suami. Adakah Pada Diri Anda? No 17 Sering Terjadi Tanpa Kita Sadari

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Semua orang tentu ingin memiliki pasangan yang tidak durhaka. Namun zaman sekarang tanpa disadari banyak istri yang durhaka kepda suami. Meskipun tidak pasti terjadi, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perilaku durhaka istri terhadap suami, antara lain adalah :



1. Kedudukan sosial istri yang lebih lebih tinggi daripada kedudukan suami,

2. Istri yang lebih kaya dari suami, Istri yang lebih pandai dari suami,

3. Watak istri yang lebih keras dari suami,

4. Istri yang berasal dari lingkungan budaya yang menempatkan perempuan lebih berkuasa daripada suami,

5. Istri yang tidak mengerti tuntunan agama yang menempatkan istri dan suami pada ketentuan yang sebenarnya.

Adapun beberapa perilaku durhaka istri pada suami merupakan sebagai berikut diantaranya adalah:

1. Mengabaikan Wewenang Suami.

Di dalam rumah tangga, istri adalah merupakan orang yang berada di bawah perintah suami. Istri bertugas melaksanakan perintah-perintah suami yang berlaku dalam rumah tangganya. Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.



2. Menentang Perintah Suami.

Di dalam rumah tangga, perintah yang harus dilaksanakan istri merupakan perintah suami. Begitu juga larangan yang harus dilaksanakan istri merupakan larangan suaminya. Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga dia menunaikan hak suaminya”. Hadits itu tidak serta merta menempatkan kedudukan suami sederajat dengan Tuhan, tetapi hanya menerangkan bahwa jika hak suami untuk ditaati istrinya yang sesuai dengan ketentuan Allah itu dilanggar oleh istrinya, ini berarti sama dengan istri melanggar perintah Allah SWT.

3. Enggan Memenuhi Kebutuhan Bi*o*log*is Suami.
Perkawinan telah diatur oleh syari’at Islam untuk memberikan jalan yang halal bagi suami dan istri untuk melakukan hubungan bio*l-o*g-is atau penyaluran dorongan bio*lo*gis. Dengan cara itulah manusia dapat melakukan regenerasi keturunan dengan cara yang diridlai oleh Allah SWT. Karena itu, Islam menegaskan bahwasanya istri yang menolak ajakan suaminya berarti membuka pintu laknat pada dirinya.

4. Tidak Mau menemani Suami Tidur.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw. bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ra*nj*ang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.” Bila istri ingin tidur sendiri, sedang suaminya saat itu berada di rumah pada malam harinya, maka dia harus meminta ijin terlebih dahulu pada suaminya.

5. Memberatkan Beban Belanja Suami.

Allah SWT telah menegaskan bahwa setiap suami bertanggung jawab memberi nafkah istrinya sesuai dengan kemampuan. Istri yang menyadari bahwa suaminya kurang mampu tidak dibenarkan menuntut belanja dari suaminya hanya mempertimbangkan kebutuhannya sendiri sehingga memberatkan suaminya.



6. Tidak Mau Bersolek Untuk Suaminya.

Para istri diperintahkan untuk berkhidmat pada suaminya, termasuk mengurus dirinya sendiri dengan berhias dan berdandan dengan tujuan untuk dapat menyenangkan hati suaminya dan menimbulkan gairah dalam hidup bersama dirinya.

7. Merusak kehidupan Agama Suami.

Sahabat medianda terkini istri diperintahkan untuk membantu suaminya dalam menegakkan kehidupan beragama, sedangkan suami diperintahkan untuk membimbing istri menjalankan agamanya dengan baik. Karena itu, kalau istri tidak mau membatu suami menjalankan dan menegakkan agama, apalagi merusak iman dan akhlak agama suami, sudah tentu dia menjerumuskan suaminya ke dalam neraka.

8. Mengenyampingkan Kepentingan Suami

Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar pada seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya pada seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. Jelaslah Hadits di atas bahwa kepentingan suami harus lebih didahulukan oleh seorang istri daripada kepentingan ibu kandungnya sendiri.



9. Keluar Rumah Tanpa Izin Suami.
Istri ditetapkan oleh Islam menjadi wakil suami dalam mengurus rumah tangga. Karena itu apabila dia keluar meninggalkan rumah, maka dengan sendirinya dia harus lebih dulu mendapatkan izin suaminya. Bila dia tidak minta izin dan keluar rumah dengan kemauannya sendiri, maka dia telah melanggar kewajibannya pada suami, sedangkan melanggar kewajiban berarti durhaka pada suaminya.

10. Melarikan Diri Dari Rumah Suami

Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak memiliki manfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai dia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai dia kembali.”11. Menerima Tamu Laki-laki Yang Tidak Disukai Suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu : a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya. b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.



12. Tidak Menolak Jam*ahan Lelaki Lain.

“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34) Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijam*ah lelaki lain boleh diceraikan. Hal itu menunjukan bahwa perbuatan istri itu merupakan durhaka pada suaminya.



13. Tidak Mau merawat Ketika Suami Sakit.

Jika seorang istri menolak merawat suami yang sakit dengan alasan sibuk kerja atau tidak ada waktu sebab merawat anak, maka dia telah melakukan tindakan yang tidak benar.

14. Puasa Sunnah Tanpa Izin Saat Suami Di Rumah.

Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.”

15. Menceritakan Seluk Beluk Fisik Wanita Lain Kepada Suami.

Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, lalu menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita itu.”

16. Menolak Kedatangan Suami Berg*il*ir Kepadanya.

Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika dia datang ber*gi*lir.

17. Mentaati Perintah Orang Lain Di Rumah Suaminya.

Diriwayatkan dalam sebuah Hadits : Dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi saw., sabdanya: “Tidak halal seorang istri yang beriman kepada Allah mengizinkan seseorang berada di rumahnya, padahal suaminya tidak merelakannya. Juga ia tidak boleh keluar rumah bila suami tidak mengizinkannya; tidak boleh mentaati seseorang, (selain suaminya di rumah suaminya); tidak boleh meninggalkan tempat tidurnya; dan tidak boleh memukulnya….” (HR. Hakim)

Sahabat medianda terkini dalam sebuah rumah tangga, kekuasaan terletak pada suami, sekalipun di rumah itu ada ibu bapak suami atau anak kandungnya. Anak-anak tidak punya kekuasaan dalam rumah tangga ibu bapaknya, apalagi mertua suami. Contoh, misalnya di rumah Anda turut serta ibu dan ayah mertua Anda. Sebagai istri, Anda tak boleh mengerjakan perintah-perintah mereka tanpa seizin suami Anda, karena komando tunggal yang berhak memerintah Anda (sebagai istri) hanyalah suami.


Sebab orang lain tidak punya hak memerintah Anda, maka jika Anda melayani perintahnya tanpa persetujuan suami, berarti istri tersebut telah berbuat salah dan berdosa. Mengapa mematuhi perintah orang lain di rumah suami dikategorikan perbuatan dosa? Karena di rumah suami hanya ada satu orang saja yang boleh istri patuhi perintahnya, yaitu suaminya. Karena itu, jika suatu saat di rumah Anda tinggal ibu dan ayah Anda, lalu mereka menyuruh Anda menyetrika baju mereka dan saat itu suami Anda ada di rumah, maka sebagai seorang istri wajib minta izin kepada suaminya suami untuk mengerjakan-nya. Jika suami Anda tidak mengizinkan, maka Anda tidak boleh mengerjakan perintah ibu ayah Anda itu. Lalu bagaimana kalau pada saat yang sama anak minta dibuatkan roti dan suami minta dicucikan bajunya? Seorang istri wajib memenuhi permintaan suami nya, sedang permintaan anak tidak wajib untuk dipenuhi.


Apabila Anda ternyata mendahulukan kepentingan anak, yaitu membuatkan susu dan menomerduakan suami, maka Anda telah durhaka kepada suami Anda. Karena itu, jika Anda hendak mendahulukan membuatkan susu anak, mintalah persetujuan suami Anda dulu.


Kalau ia tidak mengizinkan, maka Anda berkewajiban mendahulukan kepentingan suami daripada kepentingan anak. Mungkin sekali banyak orang akan berkata:”Bukankah melayani suami itu sudah rutin, apakah suami masih harus selalu dan terus diutamakan segalanya daripada orang lain, sekalipun itu anak dan orang tuanya sendiri?” Jawabannya: “Ya.” Sebagai istri, kiblat ketaatan Anda hanya kepada suami tercinta, yaitu orang yang pertama dan utama Anda khidmati setelah Anda tunaikan kewajiban-kewajiban Anda kepada Allah. Jadi, bagi seorang istri yang shalihah, suami adalah pimpinan pertamanya, tempat baktinya yang utama dan kiblat kepatuhan hidupnya sampai saat yang ditetapkan oleh Allah. Karenanya, perlu sekali setiap istri menyadari bahwa di bawah atap rumah suaminya, hanya ada satu komandan, yaitu suaminya. Orang lain, siapa pun dia, tidak boleh dipatuhi perintahnya bila suaminya tidak mengizinkannya.

18. Menyuruh Suami Menceraikan Madunya

Rasulullah saw melarang seorang isteri yang menyuruh suaminya menceraikan madunya. Beliau saw bersabda: “Seorang isteri tidak boleh meminta (suami) menceraikan saudaranya (madunya) agar ia dapat menguasai piringnya, tetapi hendaklah ia membiarkan tetap dalam pernikahannya karena sesungguhnya bagi dirinya bagian yang telah ditetapkan” (HR Ibn Hibban dari Abu Hurairah ra)

19. Minta Cerai Tanpa Alasan Yang Sah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang istri melakukan gugat cerai tanpa alasan yang dibenarkan. Artinya, jika hal itu dilakukan karena alasan yang benar, syariat tidak melarangnya, bahkan dalam kondisi tertentu, seorang wanita wajib berpisah dari suaminya.


Apa saja yang membolehkan para istri untuk melakukan gugat cerai? Imam Ibnu Qudamah telah menyebutkan kaidah dalam hal ini. Beliau mengatakan, “Kesimpulan masalah ini, bahwa seorang wanita, jika membenci suaminya karena akhlaknya atau karena fisiknya atau karena agamanya, atau karena usianya yang sudah tua, atau karena dia lemah, atau alasan yang semisalnya, sementara dia khawatir tidak bisa menunaikan hak Allah dalam mentaati sang suami, maka boleh baginya untuk meminta khulu’ (gugat cerai) kepada suaminya dengan memberikan biaya/ganti untuk melepaskan dirinya.” (al-Mughni, 7:323).



20. Mengambil Harta Suami Tanpa Izinnya.

Dalam sebuah Riwayat disebutkan bahwa Hindun binti Utbah ra, isteri Abu Sofyan bertanya, “Wahai Rasulullah, Abu Sofyan orang yang bakhil. Dia tidak memberikan nafkah yang cukup untuk diriku dan anakku kecuali yang kuambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah tindakanku itu tergolong dosa?” Nabi saw menjawab, “Ambillah dari hartanya sekadar yang mencukupi nafkah untukmu dan untuk anakmu dengan cara baik.” Hadits di atas menjadi dalil bolehnya mengambil harta suami tanpa ijinnya saat suami tidak memberikan nafkah wajib untuk isteri dan anak. Namun di luar nafkah wajib itu maka tidak diperkenankan untuk mengambil tanpa ijinnya.


Karena itu tidak dibenarkan mengambil uang suami tanpa ijinnya jika bukan untuk kebutuhan primer dan bukan untuk kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungan suami.


Sahabat medianda terkini terkait kasus Anda yang ingin membantu orang tua untuk biaya ujian adik Anda bagaimana jalan keluarnya? Kalau uang belanja yang diberikan suami kepada Anda diserahkan seluruh penggunaannya kepada Anda, artinya boleh untuk apa saja, maka tidak dilarang Anda memberikan sisa belanja itu kepada ayah Anda.


Namun bila tidak, Anda bisa meminta uang kepada suami untuk kebutuhan Anda tanpa perlu menjelaskan secara rinci apa jenis kebutuhan yang dimaksud. Ketika suami sudah memberi, maka menjadi hak Anda memergunakan uang itu untuk apa saja selama di jalan yang dibenarkan.


Namun kalau bisa hendaknya suami diberi pemahaman dan motivasi agar mempunyai keinginan untuk berbagi dan bersedekah tanpa wajib dipaksa disertai doa kepada Allah Swt.


Sahabat medianda terkini semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi pengingat kita semuanya...aamiin