Selasa, 28 Februari 2017

Orangtua Sudah Meninggal Dunia? Hindarilah Perbuatan Ini Jika Tak Ingin Mereka Bersedih Di Alam Kubur

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Bagi seorang anak, orangtuanya menjadi ladang untuk menuju surga atau bahkan menuju neraka. Karena siapa yang berbuat baik kepada orangtuanya, tentu ia akan mendapati surga Allah yang seluas langit dan bumi. Namun siapa yang berbuat durhaka terhadap orangtua, maka siksa neraka Allah akan menjadi bagiannya di akhirat.



Orangtua Sudah Meninggal Dunia? Hindarilah Perbuatan Ini Jika Tak Ingin Mereka Bersedih Di Alam Kubur

Perlu diketahui bahwa berbuat baik kepada orangtua tidak terbatas apakah mereka masih hidup atau telah meninggal. Bahkan sejumlah riwayat menyebutkan bahwa berbuat baik atau berbakti kepada orangtua jauh lebih sulit dilakukan ketika mereka telah meninggal dibandingkan saat masih hidup.

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk bakti ketika orangtua telah meninggal adalah seperti mendoakan mereka, bergaul dengan kerabat orangtua, beramal shaleh dan yang lainnya.

Namun disamping itu, ada juga larangan yang hendaknya dihindari oleh seorang anak ketika orangtuanya telah meninggal dunia. Ini karena apabila seorang anak melakukan hal tersebut, maka orangtua akan merasakan kesedihan dan rasa malu yang mendalam di akhirat atau di alam kubur sana.

Hal tersebut tertulis jelas dalam Al Wa’dul Haq yang dikutip oleh Dr Umar Abdul Kafi dimana Rawabah bin Abdullah menuturkan, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”

Beberapa saat kemudian Rawabah absen dalam kebaikan dan justru lebih banyak melakukan perbuatan yang tidak berpahala dan perbuatan dosa. Rawabah pun melihat kondisi ayahnya dalam keadaan yang berbeda.

“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainya (lantaran rasa malu).’”

Karenanya jika tidak ingin mempermalukan orangtua di alam kubur sana, berbuatlah hal yang baik dan mendatangkan pahala serta hindarilah perbuatan yang sia-sia ataupun dosa. Wallahu A’lam

Semoga bermanfaat.


Sumber:Postshare

Jangan Asal Perintah! Inilah Cara Membuat Anak Ketagihan Shalat 5 Waktu

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Shalat adalah merupakan tiang agama, dan kelak amalan yang pertama diperhitungkan adalah shalat. Sebagai seorang yang menjadi panutan dalam keluarga, pastilah orang tua akan bersikap se-dewasa mungkin agar anak-anak mereka mampu mengikuti apa yang diajarkan dan yang tidak boleh dilakukan dalam kehidupan. Untuk itu, peranan orang tua terhadap anak ketika mengajarkan poin-poin dalam beribadah juga sangat penting.



Islam mengajarkan kita untuk menjadikan ibadah kesabaran dan shalat sebagai penolong. Salah satunya ialah dengan cara mendidik anak yang malas shalat. Ini memang susah-susah gampang. Yang harus kita lakukan, tanamkanlah sejak dini dalam diri anak bahwa shalat merupakan kebutuhan manusia yang wajib dijalani setiap harinya.

Rasul sendiri sudah mengajarkan bagaimana mendidikan anak untuk shalat. Yang pasti, ajarkan anak shalat sejak dini. Jika tidak mau menjalankan shalat, tegur dengan kata-kata yang baik. Apabila dengan cara tersebut masih sama, Anda diperbolehkan memukulnya, hanya sebagai pelajaran bukanlah untuk menyakitinya.

Menurut sebuah laman psikolog, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendidik anak yang malas shalat. Di antaranya sebagai berikut:

1. Berikan Hadiah. Anak usia sekolah pertama, senang jika diberi hadiah dan beri pengertian padanya bahwa siapa saja yang menjalankan shalat akan mendapatkan pahala dan yang tidak mendapat siksa.

2. Mengajak anak shalat diwaktunya,bukan hanya menyuruh anak Anda untuk menjalankan shalat, akan tetapi alangkah baiknya Anda mengajak anak Anda untuk menjalankan shalat.

3. Hentikan segala aktivitas ketika waktunya shalat, ada baiknya Anda mematikan ataupun menghentikan semua hal yang bisa membuat anak Anda menjadi lalai dalam menjalankan shalat.

4. Ingatkan lewat media sosial Apabila anak Anda sudah menginjak masa remaja ingatkan lewat media sosial akan waktunya shalat, tidak perlu malu untuk melakukan semua hal itu. Karena itu suatu kewajiban!

5. Beri Pelajaran, bukan menyakitkan. Jika Anak Anda sudah tidak bisa Anda nasehati dengan kata-kata, Anda boleh memukulnya saat usianya sudah 9 tahun ke atas. Ini bukanlah pukulan untuk menyakiti, namun pukulan kasih sayang yang akan menyelamatkan Anda dan juga anak Anda kelak saat di akhirat nanti.

Sahabat medianda terkini Anda tentu prihatin, jika melihat anak-anak bahkan orang dewasa dengan mudahnya meninggalkan shalat. Tanamkan pada diri anak Anda untuk taat menjalankan ibadah sejak dini. Karena semua itu sebagai bekal untuknya saat mereka berada di akhirat nanti.

Semoga keluarga kita semua termasuk kedalam keluarga yang tidak lalai dalam menjalankan ibadah sholat. Aamiin



Sumber:Postshare

9 Perbedaan Nyata Antara Pacar yang Hanya Mempermainkanmu dan Laki-laki yang Berniat Menikahimu, No 3 Harus Kamu Ketahui!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Memilih pasangan hidup yang akan dinikahi memang tidak gampang. Kelak, dia harus menjadi orang yang rela menghabiskan sisa umurnya bersamamu, sebaik atau seburuk apapun kamu. Memilih dia yang layak dipertahankan sampai nanti, tidak segampang mengucap janji yang nanti kapan saja bisa dipungkiri. Jika saat ini kamu sudah bersama seseorang yang selalu menemani hari ke hari, sudah pasti rasa bahagia menyeruak di hati. Rasanya dia adalah merupakan orang yang tepat untuk menjalani sisa hari bersamamu.



Jatuh cinta memang terkadang melenakan, hingga rasanya dia yang selalu menyapamu tiap pagi selalu terlihat sempurna tanpa cela. Dia mungkin memang membanggakan menyandang gelar sebagai pacar, yang siap mengantar jemputmu kapan saja. Namun sudahkah ia juga pantas disebut calon suami idaman? Karena tugas seorang suami tidak hanya dia yang siap mengantar jemputmu atau mengajakmu menjelajah kota di akhir pekan. Lebih dari itu, seorang calon suami, meski tidak bisa selalu menemani, dia tetap tidak akan membuatmu merasa sendiri.

Jangan terburu-buru memutuskan kekasihmu sekarang ialah the one, setidaknya sampai kamu tahu mengenai perbedaan antara pacar yang hanya akan mempermainkanmu dan dia yang sesungguhnya berniat meminangmu.

Sahabat medianda terkini berikut ini perbedaannya:

1. Pacar Yang Mempermainkanmu Tidak Pernah Benar-Benar Meluangkan Waktu Untukmu. Sedangkan Dia Yang Layak Jadi Suami Rela Menyisihkan Waktu Di Sela Kesibukannya.

Saat bersama pacar yang hanya ingin mempermainkanmu, dia tidak pernah benar-benar meluangkan waktu untukmu. Baginya, kebersamaan denganmu bukanlah yang utama. Dia merasa tidak perlu untuk meluangkan waktunya untukmu, karena baginya bersamamu tidak semengesankan itu.

Sedangkan dia yang layak jadi suami tidak pernah keberatan menyisihkan waktunya sebentar, hanya demi menanyakan kabarmu. Meski sepele, tapi mengetahui keadaanmu adalah yang terpenting baginya. Ia juga tidak keberatan jika harus tidur lebih larut hanya demi mendengarkan keluh kesahmu tentang masalah yang kamu hadapi. Yang terpenting dia tidak akan membiarkan merasa sendiri, meski dia tidak selalu bisa ada di sisi.

2. Kalau Dia Hanya Ingin Mempermainkanmu, Dia Akan Datang Kepadamu saat butuh saja. Sementara Calon Suami Yang Baik Akan Menemanimu Baik Dalam Waktu Suka Maupun Duka.

Makna dari pernikahan sendiri ialah menjalani hari bersama orang yang siap melalui suka dan duka bersama. Jika dia hanya datang saat membutuhkan saja, maka sudah dipastikan dia bukan yang terbaik untuk membangun rumah tangga bersamamu. Dia yang hanya datang saat membutuhkan, hanya memanfaatkanmu demi kepentingannya belaka.

Sedangkan jika ada dia yang bersedia menemanimu dalam kondisi apapun – baik suka maupun duka, tidak perlu diragukan lagi keseriusannya. Bukan berarti dia tidak membutuhkanmu, tetapi hubungan kalian nantinya akan berjalan saling membutuhkan. Karena itulah intinya sebuah hubungan, yakni kerja sama dan timbal balik.

3. Saat Kamu Bercerita, Pacar Yang Hanya Mempermainkanmu Tidak Pernah Mau Mendengarkan Ceritamu Dengan Seksama. Sementara Calon Suami Yang Baik Berperan Sebagai Pendengar Yang Baik Sekaligus Pemberi Saran Yang Ulung.

Ada kalanya kamu perlu waktu untuk berbagi cerita dengan orang-orang terdekatmu. Rasanya dengan bercerita, beban terasa sedikit terangkat. Namun berbagi cerita dengan pacar yang mempermainkanmu, kamu tidak akan pernah benar-benar didengarkan. Ia tidak akan mau repot-repot untuk mendengarkan setiap detail ceritamu.

Berbeda cerita jika kamu berbagi cerita dengan dia yang layak menjadi suami. Dia akan mendengarkan setiap detail cerita yang kamu ungkapkan. Tidak hanya itu, kamu akan selalu merasa tenang dengan saran-saran yang diberikan olehnya.

4. Pertengkaran Dengan Pacar Yang Hanya Mempermainkanmu Terasa Melelahkan Jiwa Dan Raga. Namun Dengan Dia Yang Layak Menjadi Suami, Pertengkaran Justru Menjadi Perekat Hubungan.

Dalam sebuah hubungan, pertengkaran pasti terjadi. Tidak peduli telah selama apapun telah menjalin hubungan, pertengkaran selalu ada mewarnai hari-hari masing-masing pasangan. Dengan pacar yang mempermainkanmu, pertengkaran selalu terasa drama dan dibuat-buat. Rasanya batinmu terasa lelah jika terlibat adu mulut dengannya. Pertengkaran kalian pun menjadi ajang untuk saling menyalahkan. Saat berbuat salah, dia tidak akan melakukan usaha lebih untuk meminta maaf kepadamu. Sebaliknya dia akan balik menyalahkanmu.

Sementara dengan dia yang layak menjadi suami, pertengkaran memang membuatmu hati pedih namun hal itu tidak membuat hubungan kamu dan dia menjadi renggang. Sebaliknya, dibalik pertengkaran yang terjadi, hubungan kalian menjadi makin rekat. Sebab pertengkaran bagi kalian menjadi momen untuk saling mengoreksi diri, sehingga ke depan tidak akan ada lagi kesalahan sama yang terulang.

5. Dia Yang Mempermainkanmu Tidak Pernah Punya Rencana Masa Depan Bersamamu, Untuk Membicarakannya Saja Dia Mengelak. Berbeda Dengan Dia Yang Siap Menjadi Suami, Mengarungi Masa Depan Menjadi Momen Yang Dinanti.

Membincangkan masa depan dengan pacar yang hanya mempermainkanmu kadang hanya menjadi momen utopia belaka. Ia tidak terlalu berminat menyusun masa depan bersamamu. Jangankan bersamamu, bahkan mungkin dia tidak memikirkan masa depannya akan seperti apa.

Sementara dengan calon suami, dia punya rencana matang tentang masa depan. Baik bersamamu dan bagi dirinya sendiri. Hubungan kalian tidak lagi terasa sia-sia. Karena dengan segala usahanya, ia mengajakmu untuk berjuang bersama. Kamu pun tidak masalah jika menghabiskan kencan kalian hanya di rumah sembari makan masakan sederhana, karena rencana membayar uang muka untuk KPR telah menjadi prioritas kalian.

6. Calon Suami Yang Baik Mampu Membahagiakanmu Dengan Cara Sederhana. Dia Yang Hanya Mempermainkanmu Tidak Mempedulikan Kebahagiaanmu.

Dengan hanya cara sederhana, dia yang layak menjadi suami mampu membuatmu bahagia. Kebersamaan kalian meski tak harus dibarengi dengan kegiatan mewah, sudah cukup membuatmu merasa sumringah. Dia tidak perlu melakukan apapun untuk membuatmu bahagia kehadirannya saja cukup membuatmu bahagia.

Sementara dia yang hanya mempermainkanmu, hanya akan mementingkan kebahagiaannya sendiri. Ia tidak peduli apakah kamu bahagia atau tidak saat menjalani hubungan bersamanya.

7. Bertemu Dengan Orangtuamu Adalah Hal Yang Paling Dinantikan Oleh Calon Suami Idaman. Sedangkan Pacar Main-mainmu Enggan Memantaskan Diri Di Depan Orangtuamu.

Bertemu dengan orangtua adalah salah satu bentuk keseriusan hubungan. Bagi calon suami yang layak kamu pertahankan, bertemu dengan orangtuamu tentunya menjadi momen yang paling ia tunggu. Hal ini menjadi bukti bahwa ia serius dan ingin mempertahankanmu menjadi pendamping hidupnya.

Sedangkan pacar yang hanya mempermainkanmu, selalu berdalih belum siap untuk bertemu dengan orangtuamu. Sebenarnya ia bukannya tidak siap, tapi hanya enggan memantaskan diri di depan orangtuamu.

8. Bersamanya Yang Akan Membangun Rumah Tangga Bersamamu, Kamu Akan Merasa Aman. Sedangkan Dengan Pacar Yang Hanya Mempermainkanmu, Harimu Tak Pernah Dilewati Dengan Rasa Tenang.

Rasa aman nyaman bukan hanyak karena pasangan yang selalu memberi perlindungan. Tapi lebih dari itu, melalui sikapnya ia tak pernah membuat kamu merasa khawatir. Sesibuk apapun dia, ia tak pernah lupa mengabarimu soal kondisinya. Hal ini juga membuktikan bahwa keberadaanmu baginya sangat penting, sehingga ia pun tak mau membuatmu khawatir tanpa mendengar kabar darinya.

Sementara pacar yang hanya mempermainkanmu, akan membuat hari-hari yang kamu lalui seperti neraka. Ia tak melihat pentingnya peranmu dalam hidupnya.

9. Pada Akhirnya, Dia Yang Siap Membangun Masa Depan Bersamamu Membuatmu Merasa Selalu Diterima Tanpa Harus Banyak Berupaya. Sedangkan Dia Yang Mempermainkanmu Memaksamu Berubah Sesuai Dengan Yang Dia Inginkan.

Ia yang siap membangun masa depan denganmu, selalu menerimamu apa adanya. Tanpa terlalu banyak berupaya, kamu selalu diterimanya. Ia mau bersamamu dalam kekurangan dan kebaikanmu. Ia tak menuntutmu menjadi sosok yang ia inginkan, karena dirimu saat ini adalah satu-satunya sosok yang membuatnya ia jatuh cinta.

Sementara dia yang hanya ingin mempermainkanmu, hanya akan mengubahmu menjadi sosok yang berbeda. Ia pun akan memaksamu menjadi sosok yang dia inginkan. Ia tak peduli jika pada akhirnya kamu tak merasa nyaman dengan sosok yang dia inginkan.

Sudah menemukan sosok yang layak menjadi suami? Kamu akan merugi jika tidak mempertahankannya. Hal baik dalam dirimu pun layak dibagi dengan orang yang baik pula.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Hipwee

Apakah Keputihan Itu Suci Atau Cairan Najis? Inilah Jawabannya..

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Dalam suatu forum pengajian ada yang bertanya tentang cairan keputihan. Apakah keputihan itu najis?



Ustadz menjawab, keputihan (ifrazat) adalah lendir yang umumnya bening, keluar dari organ reproduksi wanita, namun bukan madzi dan mani. Baik karena sya*hwat maupun ketika aktivitas normal.

Apakah Keputihan Itu Suci Atau Cairan Najis? Inilah Jawaban Islam

Baik yang bersifat normal maupun karena penyakit. Para ulama menjelaskan hukum keputihan (ifrazat) sebagaimana ruthubah (lendir yang selalu membasahi organ reproduksi wanita).

Ada 2 kajian yang akan kita bahas untuk masalah keputihan bagi wanita. Kajian pertama tentang status cairan keputihan, apakah termasuk benda najis ataukah bukan? Kedua, apakah keluar keputihan menyebabkan batalnya wudhu.

Ulama berbeda pendapat apakah keputihan itu najis ataukah suci, Pertama, keputihan statusnya najis. Ini pendapat Imam as-Syafii menurut salah satu keterangan, as-Saerozi; ulama madzhab Syafiiyah, al-Qodhi Abu Yala; ulama madzhab Hambali, dan beberapa ulama lainnya.

Ini pendapat Hanafiyah, pendapat Imam as-Syafii menurut keterangan yang lain, al-Baghawi, ar-Rafii; ulama madzhab Syafiiyah, dan Ibnu Qudamah; ulama madzhab Hambali.

Ibnu Qudamah ulama madzhab Hambali menjelaskan, "Dalam permasalahan keputihan yg keluar dari organ reproduksi wanita, ada 2 pendapat,

[1] keputihan statusnya najis sebab berasal dari kema-luan yang bukan unsur terciptanya seorang anak. Sebagaimana madzi.

[2] keputihan statusnya suci. Karena Aisyah pernah mengerik mani dari baju Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bekas jima. Mengingat tidak ada seorang nabi pun yang mengalami mimpi basah. Sehingga makna air mani tersebut adalah cairan yang bercampur dengan cairan basah farji istri beliau. Karena jika kita menghukumi keputihan sebagai benda najis, seharusnya kita juga berpendapat najisnya mani wanita. Mengingat mani wanita juga keluar dari kema-luannya, sehingga bisa menjadi najis karena ada keputihan di leher rahim.

Sementara al-Qadhi Abu Yala berpendapat, semua yang terkena cairan basah dari kema-luan ketika jima statusnya najis. Karena tidak lepas dari madzi, sementara madzi hukumnya najis.

Ibnu Qudamah mengomentari, alasan al-Qodhi tidak benar. Karena sya*hwat ketika memuncak, akan keluar mani tanpa madzi, sebagaimana ketika mimpi basah. (al-Mughni, 2/65).

Keterangan dari Imam an-Nawawi ulama syafiiyah "Keputihan yang keluar dari farji bentuknya cairan putih. Diperselisihkan sifatnya, antara disamakan dengan madzi dan al-irq (cairan kema*luan). Karena itu, ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Kemudian, penulis (as-Saerozi) dalam kitab al-Muhadzab ini dan kitab at-Tahbih, keputihan hukumnya najis.

Ini juga pendapat yang dipilih al-Bandaniji. Sementara al-Baghawi dan ar-Rafii serta yang lainnya berpendapat bahwa yang benar adalah suci.

Penulis kitab al-Hawi mengatakan, Imam as-Syafii menegaskan dalam sebagian kitab-kitabnya bahwa keputihan wanita statusnya suci. (al-Majmu, 2/570).
Antara Hadis Aisyah dan Hadis Utsman radhiyallahu anhuma
Mengapa ini dikhususkan, karena dua hadist ini yang menjadi titik tolak pembahasan.

 


Pertama, hadist Aisyah radhiyallahu anha, tentang air mani yang menempel di baju Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kata Aisyah, "Aku mengerik mani itu dari baju Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (HR. Muslim 288, Nasai 296, dan yang lainnya).

Yang dipahami dari hadis ini (sebagaimana keterangan Ibnu Qudamah di atas),

Mani yang ada di baju Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah bekas hu*bungan badan, dan bukan mani mimpi basah. Karena para nabi tidak mengalami mimpi basah.
Karena mani itu bekas dari hubungan badan, bisa dipastikan cairan yang nempel di situ bercampur dengan cairan yang ada di farji wanita.
Aisyah radhiyallahu anha mengeriknya, dan yang namanya mengerik bisa dipastikan tidak akan bersih sempurna.

Kedua, hadis Ustman bin Affan

Dulu, orang yg melakukan hubungan badan, namun tidak sampai keluar mani, tidak diwajibkan mandi junub. Namun cukup berwudhu.

Zaid bin Khalid pernah bertanya kepada Utsman bin Affan, Apa hukumnya orang yang berhubungan, tapi tidak keluar mani? Jawab Utsman,""Dia berwudhu dengan sempurna dan dia cuci kema-luannya." Kata Utsman, Aku dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. (HR. Bukhari 179 dan Muslim 347).

Yang dipahami dari hadist ini, Orang yg berhubungan dan tidak or*ga*sme, dia tidak wajib mandi, tapi cukup wudhu. Dan hukum ini telah dinasakh (dihapus) dengan hadis Abu Hurairah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim
Adanya perintah mencuci kema-luan sehabis hu*bungan meskipun tidak keluar mani. Artinya itu perintah membersihkan cairan yang menempel di ke*ma*luan karena hubungan badan.

Perintah mencuci kema-luan di situ tidak mansukh, hukumnya tetap berlaku.

Ulama yg berpendapat bahwa keputihan tidak najis, mereka berdalil dengan hadis Aisyah radhiyallahu anha. Sementara ulama yang menilai najis berdalil dengan hadis Utsman. Dan jika kita perhatikan, masing-masing dalil tidaklah tegas menunjukkan demikian. Karena masing-masing pendapat menyimpulkan hadis di atas berdasarkan makna, yang tidak tercantum dalam teksnya.

Kemudian, Syaikh Musthofa al-Adawi dai dari Mesir , setelah membawakan perselisihan pendapat ulama dalam masalah ini, beliau mengatakan, "Dengan melihat lebih mendalam terhadap keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada dalil tegas yang menunjukkan bahwa keputihan wanita hukumnya najis. Sementara hadis yang dibawakan Bukhari, yang ada pernyataan, "Dia harus berwudhu sempurna dan mencuci kema-luannya.." tidaklah menunjukkan dengan tegas bahwa mencuci kema-luan dalam kasus itu, disebabkan keputihan wanita. Namun bisa juga dipahami karena madzi. Sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan al-Miqdad ketika dia bertanya tentang madzi, jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Dia harus berwudhu dan mencuci kema-luannya.

Kemudian beliau menyimpulkan, "Oleh karena itu, keputihan yang ada di organ reproduksi wanita, statusnya suci. (Jami Ahkam an-Nisa, 1/66).

Disamping itu, cairan keputihan yang keluar dari organ reproduksi wanita, adalah hal yang wajar terjadi di masa silam.  Sahabat medianda terkini meskipun demikian, kita tidak menjumpai adanya riwayat dari para sahabat wanita (shahabiyat) yang menanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Padahal umumnya mereka hanya memiliki satu pakaian. Jika ini najis, tentu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan mengingatkannya. Sehingga kembali ke hukum asal, bahwa segala sesuatu hukum asalnya adalah suci.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Beradab

Inilah 4 Amalan Yang Bisa Memadamkan 4 Api Didalam Kubur, No.2 Paling Mudah Tetapi Sering Kita Lewatkan...

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Setiap orang pasti ingin masuk ke dalam surga. Tidak ada satu pun manusia yang ingin masuk neraka. Mereka takut akan siksa yang Allah janjikan bagi para penghuni neraka. Neraka adalah merupakan tempat yg penuh dengan kepedihan dan siksaan yang sangat menyakitan. Terdapat 4 amalan yang bisa memadamkan 4 api di dalam kubur yang bisa anda lakukan untuk menghindarkan kita dari siksa kubur.



Berikut ini adalah 4 amalan yang memadamkan api neraka:

1. Shalat memadamkan api pertama

Shalat adalah merupakan tiang agama yang menjadi ciri utama seorang muslim. Salah satu kewajiban yang mempunyai pahala dahsyat adalah shalat. Bahkan, diketahui bahwa seseorang di alam kubur nanti, perkara utama yang akan ditanyakan adalah shalat. Apabila ibadah shalat seseorang selalu tepat, baik, dan sesuai atas tuntutan Rasulullah maka semua perilakunya juga akan mengikutinya, yakni perilaku baik. Begitu juga sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa shalat dijadikan sebagai indikator perilaku seseorang. Oleh karena itu, dengan ibadah shalat yang baik dan benar maka Allah akan melindungi kita dari panasnya api neraka. Inilah manfaat shalat 5 waktu.

2. Puasa memadamkan api kedua

Puasa merupakan ibadah yang memiliki banyak manfaat. Selain sebagai bentuk cinta kita pada Allah dan Rasul-Nya, ibadah ini juga dapat menahan nafsu kita. Dengan puasa, maka kita menahan untuk tidak makan dan minum dari subuh sampai maghrib. Namun, keutamaan puasa yang sebenarnya adalah menahan nafsu untuk perbuatan-perbuatan yang tidak berguna. Tidak hanya puasa wajib Ramadhan yang dapat kita lakukan. Terdapat beberapa ibadah puasa sunnah yang menambah ridho Allah untuk senantiasa melindungi kita dari api neraka. Hikmah dan manfaat puasa akan didapatkan jika kita melakukannya hanya untuk Allah.

3. Sedekah memadamkan api ketiga

Ibadah yang cukup mudah untuk dilakukan adalah sedekah. Bahkan, senyum sudah dihitung sebagai sedekah. Sehingga sedekah tidak hanya bisa dilakukan bagi orang yang berharta namun orang yang rendah tingkat ekonominya pun dapat melakukan amalan ini. Sadarilah, bahwa apa yang kita miliki sekarang ini bukanlah milik kita. Namun, semua ini hanyalah titipan Allah yang pada suatu saat nanti dapat diambil oleh-Nya. Oleh sebabitu, apa salahnya jika kita berbagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan. Gunakanlah harta benda titipan Allah di jalan Allah pula. Keajaiban sedekah dan istighfar akan menghindarkan kita dari api neraka.

4. Kesabaran memadamkan api neraka yang keempat

Kita sering mendengar kata kesabaran ada batasnya. Sebenarnya, hal ini tidak benar. Kesabaran tidak memiliki batas tapi yang memiliki batas adalah keimanan orang tersebut. Orang yang beriman maka ia akan memiliki kesabaran dalam menjalani setiap kehidupan, meskipun itu menyusahkan atau menyedihkan. Sebuah dalil yang terkenal mengatakan bahwa orang sabar disayang Allah. Hal ini benar adanya, Allah menyukai orang yang sabar karena disetiap musibah akan ada keindahan yang lebih jika kita menjalaninya dengan sabar dan ikhlas.

Sahabat medianda terkini berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat mengetahui bagaimana cara untuk memadamkan api neraka. Pastinya, kita tidak ingin menjadi salah satu penghuni neraka karena di dalam neraka akan ada siksaan yang begitu pedih. Oleh sebab itu, tingkatkanlah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah agar Dia melindungi kita dari godaan setan dan dari siksa api neraka.

Semoga bermanfaat.




Sumber:Beradab

Senin, 27 Februari 2017

Astaghfirullah..!! Beginilah 3 Cara Setan Menelanjangi Wanita, No.1 Sudah Banyak Terlihat.

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Setan adalah merupakan musuh nyata bagi manusia yang akan selalu menggoda dalam kesesatan. Mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk menjerumuskan sebanyak-banyaknya manusia sebagai temannya di neraka pada hari kiamat kelak.



Dalam perannya menggoda manusia, setan mempunyai banyak strategi dan siasat jitu. Salah satunya dengan menggunakan kaum hawa. Hal inilah yang kemudian menyebabkan seorang wanita dikatakan sebagai fitnah terbesar di dunia.

Begini Cara Setan Menelanjangi Wanita

Terlebih lagi jika wanita itu tidak mampu menjaga dirinya, maka tanpa disadarinya ia telah dikuasai setan dan ditelanjangi olehnya. Akibatnya tidak ada lagi rasa malu pada diri wanita tersebut, terutama kepada Allah SWT. Lantas bagaimanakah cara setan menelanjangi wanita ? Inilah ulasan selengkapnya.

Ada beberapa tahapan yang akan dilewati setan untuk menelanjangi wanita. Diantaranya adalah :

1. Menghilangkan definisi dan makna hijab

Tahap yang kesatu setan dalam menelanjangi wanita adalah dengan menghilangkan definisi dan makna hijab. Pada tahap ini setan akan membisikkan kepada kaum wanita bahwa pakaian apapun termasuk hijab tidak mempunyai kaitan apapun dengan agama. Melainkan hanyalah sekedar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita.

Sehingga para wanita yang telah terpengaruh dengan hasutan setan, dengan mudahnya melepaskan hijab dan pakaian muslimah, lalu beralih menjadi pakaian yang serba terbuka. Sementara bagi kaum hawa yang bisa bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan pun akan beralih menggunakan strategi yang lebih halus. Dalam hal ini juga ada berbagai tahapan, diantaranya adalah

a. Membuka bagian tangan

Pada tahap ini setan akan membisikkan kepada wanita untuk meningkatkan model pakaiannya yaitu dengan membuka bagian hasta antara siku hingga telapak tangan. Setan akan berbisik, "Ah, tidak mengapa kan masih pakai jilbab dan baju tetap panjang." Sehingga apabila wanita itu terjebak, maka ia akan mengikuti bisikan setan tersebut dengan memakai pakaian yang menampakkan tangannya.

b. Membuka leher dan dada

Setelah terbiasa menggunakan pakaian yang menampakkan tangan, maka setan kembali membisikkan hal yang lebih baru lagi. Setan akan berbisik, "Saat ini menampakkan tangan merupakan hal yang biasa, sehingga perlu peningkatan yang lebih maju lagi yaitu angkatlah ujung jilbabmu yang menjulur kebawah itu, lalu lilitkan ke leher."

Sehingga ketika wanita mulai terpengaruh, maka ia akan menuruti nasehat tersebut. Bahkan dalam hal ini tanpa disadarinya, ternyata ada dua hal yang mulai terbuka dari diri wanita itu yaitu leher bagian bawah  dan dada bagian atas.

c. Mempersempit ukuran pakaian

Setelah berhasil membisiki para wanita untuk menampakkan leher dan dadanya, setan kemudian membisiki untuk mempersempit ukuran pakaian yang dikenakan. Mereka akan membisiki, "Pakaianmu hanya itu-itu saja, tidak berselera." Maka si wanita akan berpikir, "Benarkah seperti itu?" Setan kembali membisiki, "Banyak kain yang lebih bagus, lebih tipis, engkau bisa membentuknya menjadi agak ketat agar indah dipandang mata."

Sehingga tergodalah si wanita, lalu dicarinya lah mode pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan.  Para wanita yang tergoda itu akan berpikir, "Tidak masalah, potongan kainnya kan tetap panjang hanya saja bahan dan modenya yang sedikit berbeda, agar lebih terlihat feminim."

Alhasil pakaian tersebut membudaya dikalangan wanita muslimah yang semakin hari semakin ketat dan transparan. Maka inilah sesungguhnya yang disebut Rasulullah SAW sebagai wanita yang berpakaian tapi telanjang.

d. Celana ketat

Setelah menggunakan pakaian yang transparan dan ketat, kemudian setan kembali membisiki menawarkan ide baru, "Rok seperti ini membuat susah berjalan ataupun duduk, bagaimana kalau dibelah sedikit keatas ? Sehingga engkau bisa lebih santai, lincah dan energik." Maka dicobalah ide setan tersebut dan ternyata benar bahwa rok yang dibelah berganti menjadi celana panjang yang ketat membuat lebih leluasa terutama saat akan duduk.

Sahabat medianda terkini demikianlah tahapan awal setan merusak kaum wanita. Pada tahap ini pakaian yang dikenakan masih tetap utuh dan panjang, hanya saja mode, corak, potongan dan bahannya berbeda dengan pakaian muslimah sesungguhnya. Maka setan kembali beraksi untuk tahap selanjutnya.

2. Membuka sedikit demi sedikit

Setelah berhasil membujuk dan membisiki kaum wanita pada tahap 1, setan kembali menjerat dengan tahap kedua dimana tipu daya yang digunakan lebih gila, tujuannya hanya agar para wanita menampakkan bagian aurat tubuhnya.

a. membuka telapak kaki dan tumit

Setan akan berbisik, "Pakaian panjang sangat tidak nyaman, jika hanya dengan membelah sedikit saja masih kurang leluasa, maka lebih baik kalau dipotong saja hingga diatas mata kaki, sehingga bisa lebih longgar."

"Selain itu, jika pakaianmu seperti itu maka jilbab besar tidak seimbang lagi dengan pakaianmu, maka carilah jilbab yang lebih kecil agar lebih serasi yang tetap disebut jilbab."Sehingga wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini, akan segera mencari mode pakaian yang dimaksud.

b. Membuka seperempat hingga separuh betis

Setelah terbukanya telapak kaki dan tumit, setan kemudian membisiki agar para wanita membuka seperempat hingga separuh betis. Sehingga wanita yang tergoda akan menuruti bisikan setan dengan menggunakan pakaian yang menampakkan seperempat hingga separuh betisnya.

c. Terbuka seluruh betis

Setelah berhasil mempengaruhi wanita untuk menampakkan seperempat hingga separuh betisnya, setan pun kembali membisiki agar menampakkan seluruh betis, "Sekarang kaum lelaki sangat menyukai melihat wanita yang terbuka daripada yang tertutup. Sehingga hal ini tidak termasuh fitnah, karena sama-sama suka. Lihatlah mode pakaian yang ada dipasar hingga mall. Kesemuanya memperagakan mode yang dirancang khusus untuk wanita maju zaman sekarang. Bila kamu tidak mengikutinya, maka akan ketinggalan zaman."

Sehingga wanita yang tergoda pun akan menurutinya. Mereka akan berpikiran bahwa mode pakaian tersebut adalah mode zaman sekarang, sehingga apabila tidak mengikutinya akan ketinggalan zaman.

3. Serba mini
Setelah berhasil membisiki wanita hingga tahap 2, maka setan akan kembali membisiki wanita untuk tahap selanjutnya. "Pakaian itu memerlukan variasi, jangan yang itu-itu saja terus. Saat ini ada mode rok mini, agar sepadan maka rambut kepala harus terbuka agar benar-benar kelihatan indah."

Maka tergodalah wanita untuk melepaskan seutuhnya pakaian muslimahnya menjadi pakaian yang serba terbuka. Sehingga dalam hal ini ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian punggungnya dan berbagai macam mode lainnya yang serba pendek dan mini.

Sahabat medianda terkini demikianlah cara setan dalam menelanjangi para wanita. Sehingga setelah berhasil menjerumuskan para wanita dalam kesesatan setan akan berlonjak gembira penuh kemenangan. Kelak di dalam neraka para wanita ini akan menjadi teman terbaiknya.

Pada hari tersebut setan akan berkata, “Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan kaum lelaki, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu”.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Palingyunik

Wahai Para Istri! Jika Suami Anda Berkata Seperti Ini, Dialah Suami Terbaik!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Sepasang suami-istri terkenal sebagai pasangan yang paling serasi. Perlambang cinta sejati, kerukunan penuh kedamaian, dan kasih yang abadi. Mesra. Selalu bersama. Kompak. Saling melengkapi. Serta membuat iri siapa pun yang menyaksikannya.



Padahal, sepasang suami-istri ini mempunyai kepribadian yang jauh berbeda. Sang suami terkenal sebagai orang diam, santai, tidak panik, meski terkesan sepele dan apatis. Sebaliknya, sang istri adalah merupakan pribadi yang banyak bicara, terburu-buru, tergesa, hingga ternilai mudah marah dan reaktif untuk persoalan sekecil dan seremeh apa pun.

Suatu hari, keduanya melakukan perjalanan laut. Niatnya berbahagia dan menikmati kebersamaan, rupanya mereka mendapati ujian berat di tengah samudra. Angin. Hujan lebat. Guntur. Petir. Membadai. Kapal yang mereka tumpangi pun bergejolak, seluruh penumpangnya panik.

Apalagi sang istri, gulana dan kacaunya hati wanita ini memuncak. Ia berlari ke sana ke mari, mengupayakan berbagai jenis penyelamatan, dan sibuk tiada banding. Marahnya bertambah-tambah ketika dirinya mendapati sang suami di sebuah sudut.

Laki-laki pujaan jiwanya itu bersikap santai, easy going, tiada cemas atau panik, wajahnya datar. Biasa-biasa saja. Menyaksikan fenomena ganjil ini, sang istri pun mengambil sebilah pisau. Didekatilah sang suami, lalu ditodongkan kepadanya, “Apakah kamu tidak takut dengan pisau ini?”

“Tidak,” jawab sang suami santai.

“Apa alasannya?” lanjut sang istri.

“Sebab, aku sangat memahami siapa istriku. Dia tidak mungkin melukai orang yang dia cintai, dan orang itu pun mencintainya.”

Saat istrinya terkesima di tengah cuaca yang semakin berkecamuk, sang suami berkata lembut, “Maka, aku tidak khawatir dengan badai yang tengah terjadi. Karena semua kejadian berada dalam Kuasa-Nya, dan aku pun mencintai-Nya dengan iman yang terjaga. Jadi, buat apa aku terbitkan khawatir yang akan semakin mengacaukan suasana?”

Seperti inilah seharusnya kondisi rumah tangga. Saat sang istri panik, suami harus menjadi sosok pertama yang menenangkan. Sebaliknya, tatkala sang suami mengalami tekanan fisik dan psikis dalam banyak soalan, termasuk pekerjaan, seorang istri yang baik harus menjadi orang pertama dalam meredakan emosi, menghibur jiwa, dan memberikan obat dengan terus mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Sahabat medianda terkini jika Anda tengah alami sebuah kecamuk jiwa, dan suami Anda bersikap seperti ini atau sejenisnya, yakinlah bahwa dia adalah merupakan suami terbaik yang diturunkan dari langit-Nya.

Wallahu a’lam.  



Sumber:Beradab

Kenapa Kita Perlu Menutup Cermin Di Rumah Bila Ada Mayat Dalam Rumah?

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Mungkin adat atau ritual ini pernah terjadi dilingkungan sekitar anda, berbunyi sedikit pelik, ada jenazah cermin juga ditutup. Tutup cermin-cermin muka dengan kain apabila jenazah ada di dalam rumah nyaris jadi kebiasaan orang-orang kita.



Muncul juga tanda tanya kenapa amalan tutup cermin ini dikerjakan apabila ada jenazah di dalam rumah, tetapi memandangkan kondisi yang tidak sesuai, masalah ini senantiasa disimpan dan pada akhirnya dilupakan demikian saja.

Namun, jika melihatkan amalan menutup cermin dengan kain ini nyaris jadi kemestian, masalah ini butuh mendapat penerangan yang pasti.

Apa hukumnya dalam Islam perbuatan tutup cermin muka saat ada jenazah didalam rumah. Tersebut adalah maklumat yang perolehi dari satu laman soal jawab agama.

Wallahu’alam bissawab

Assalamualaikum ustadz,


Ada tuan rumah yang cover cermin-cermin muka dirumah dengan kain semasa ada jenazah. Saya tak ajukan pertanyaan kenapa. Harap ustaz terangkan hukum mengerjakannya.

Terima kasih.

Ini jawaban : ......!!!

Bismillahi wal hamdulillah,

Kami tidak menjumpai saranan dari Rasulullah saw agar tutup cermin-cermin muka saat terdapatnya jenazah dalam rumah itu.

Apa yang kami jumpai adalah ianya adalah amalan orang tua-tua dulu yang berasumsi bahwa, cermin cuma dipakai oleh Si Mayat saat hidupnya saja.

Apabila sudah mati, cermin itu tidak berguna lagi karena mengikut Keyakinan Kuno Orang-orang Hindu, roh atau hantu tidak bisa lihat hanya dalam cermin.

Jadi untuk menjaga hati dan perasaan dan untuk menghormati roh itu, setiap cermin muka di rumah simati itu perlulah ditutup.

Perbuatan tersebut berdasar syarak adalah dilarang sebab merupakan perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw dan dikira sebagai satu perbuatan khurafat yang menyalahi syarak.

Semoga bermanfaat.



Sumber : wajibbaca. com

Minggu, 26 Februari 2017

Inilah Sikap Yang Harus Dilakukan Jika Ibu Mertua Suka Menyentilmu, Wajib Tahu Buat Menantu!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Lidah memang tidak bertulang namun jika salah ucap bisa melebihi sayatan pisau sakitnya. Ketika sudah menikah, kita akan memiliki keluarga yang baru. Tentunya, hal ini baik untuk menjalin persaudaraan antar dua keluarga. Tetapi sayangnya, seringkali terjadi masalah. Khususnya antara menantu dan mertua.



Pernahkah Anda, sebagai menantu tersakiti oleh perkataan mertua? Ya, hal ini memang sering terjadi pada beberapa orang. Ucapan mertua seringkali tajam, hingga menusuk ke dalam hati dan sulit terobati. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Dilansir dari islampos.com yang dikutip darisebuah artikel berjudul Cara Bijak Menghadapi Ibu Mertua yang Suka Bicara Nyelekit karya Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo dijelaskan bahwa ada lima cara bijak menyikapi mertua yang ucapannya menyakiti hati. Apa sajakah itu?

1. Sabar, Jangan Pernah Membalas

Ingat dalam salah satu ayat bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Ingat juga dalam ayat lain bahwa segala perbuatan baik atau buruk pasti akan mendapat balasannya.

Biasanya, orang yang suka berkata nyelekit atau menyakitkan membabi buta atau bicara nusuk merendahkan, setelahnya akan menyesal. Meskipun penyesalan setelah kejadian tidak akan berguna karena tidak mengubah apa-apa.

Nah sahabat medianda terkini, itu sebabnya jika disuruh memilih mana yang kita pilih, menyesal setelah berkata kasar atau diam dulu jika dirasa masih emosi? Yang pertama jelas berbuntut tidak menyenangkan.

Hal tersebut berlaku saat berinteraksi dengan siapa saja, lebih-lebih ke mertua yang notabene sosok terpenting dalam kehidupan suami kita sebelum menikah. Jadi biarkanlah ibu mertua bicara semaunya dan apa saja mumpung masih bisa. Kita tinggal duduk manis mendengarkan tanpa perlu ambil pusing atau memasukkannya ke dalam hati. Serahkan semuanya pada Allah.

2. Jangan Terlalu Sering Berinteraksi, Apalagi Serumah dalam Jangka Waktu Lama

Resep berikutnya ialah dengan tidak terlalu sering berinteraksi alias mandiri. Lebih-lebih, sudah menikah ya memang harus mandiri, bukan? Hormati dan berbaktilah sepenuh hati pada mertua, muliakanlah, tapi di sisi lain kita juga mesti mandiri dan punya kehidupan sendiri.

Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Misalnya mengharap sikap ibu mertua sebijak di buku-buku parenting atau film keluarga. Karena terlalu banyak berharap bisa bikin kecewa. Jika dari awal ibu mertua memang sudah hobi berkata pedas, ya sudah berarti itu memang sudah karakternya. Tidak usah bermimpi untuk bisa mengubah. Kitalah yang harus waras, dalam artian bersikap sopan dan baik serta hormat dengan tanpa meninggalkan sisi kemandirian kita.

3. Dorong Suami Kita untuk Menyayangi atau Memperhatikan Ibu Mertua Kita yang Notabene adalah Ibunya

Ada kalanya sikap ibu mertua yang menusuk hati seperti itu karena luapan emosi dulu tidak diperlakukan seperti itu oleh suaminya yang notabene bapak mertua kita. Sehingga timbullah rasa cemburu tapi tidak mau mengaku. Jika memang seperti itu, lagi-lagi kitalah yang harus sadar. Jangan berharap muluk dan hidup di negeri dongeng atau terlalu idealis semisal dengan memiliki opini, “Seharusnya, orang yang sudah tua itu bijak karena pengalamannya sudah banyak.”

Kitalah yang mesti sadar bahwa biar gimana-gimana ibu mertua juga wanita. Mungkin ada masa lalu yang belum tuntas yang terbawa hingga sekarang. Sehingga ketika melihat kita begitu disayangi suami yang notabene adalah anaknya, sang ibu mertua merasa cemburu dan ingin juga diperlakukan seperti itu.

4. Sadari bahwa Ibu Mertua Kita Tidak Bahagia

Karena orang yang benar-benar bahagia dan damai hatinya (apapun kondisinya) tidak akan menyakiti orang lain dengan alasan apapun. Itu sebabnya, saat ibu mertua bicara nyelekit dan menusuk sementara kita merasa tidak berbuat aneh-aneh (enggak selingkuh, enggak neko-neko, enggak korupsi) maka doakan saja agar ibu mertua bisa bahagia dan damai jiwanya sehingga tidak lagi berbuat seperti itu.

5. Jadikan Semuanya Sebagai Pelajaran Berharga

Semua mertua pernah jadi menantu sementara menantu belum pernah jadi mertua. Jika kita sudah tahu rasanya diperlakukan tidak menyenangkan itu menyakitkan, maka saat kelak jadi mertua kita tidak akan berbuat hal yang sama.

Nah sahabat medianda terkini itulah penjelasan mengenai sikap yang harus dilakukan sang menantu apabila memliki seorang mertua yang suka berkata menyakitkan. Semoga bermanfaat.


Sumber: wajibbaca.com

Cinta itu adalah Perjuangan, Pengorbanan, Tanggung Jawab, Kejujuran dan Keikhlasan Bukan Penderitaan

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat engkau tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik. Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah bilang “I love you” kalau engkau tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.



Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang engkau lakukan hanya berbohong.

Sahabat Mediaterkini, Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain ialah membiarkannya jatuh cinta, sementara engkau tidak berniat untuk menangkapnya… Cinta bukan “Ini salah engkau”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Engkau dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih engkau?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba engkau gak kayak gini”, tapi “Aku cinta engkau seperti engkau apa adanya”. Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang engkau inginkan dan menyayat sedalam yang engkau ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya. Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang engkau cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang engkau cintai itu tidak berbahagia bersama engkau.

Cinta akan menyakitkan ketika engkau berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila engkau dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang engkau sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya engkau rasakan. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk engkau dan engkau sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

Jadi sahabatku, Cinta itu adalah Perjuangan, Pengorbanan, Tanggung Jawab, Kejujuran dan Keikhlasan Bukan Penderitaan


Sumber : kajian-ukhuwah.blogspot.co.id

Jumat, 24 Februari 2017

Yakinlah, Bahwa Orang yang Benar-benar Menyayangimu Tidak Akan Mudah Mengobral Kata Sayang

MediandaTerkini – Sahabat MediaTerkini, Hati perempuan itu memang sangat lembut dan sangat peka akan segala sesuatu, sehingga tak heran jika hatinya mudah tersentuh. Untuk kata-kata sederhana yang dikatakan dengan lembut saja sudah cukup bagi mereka untuk mereka merasa senang karena merasa dihargai. Karena saking lembutnya itu perempuanpun langsung mudah mempercayai orang lain dan mudah dibohongi oleh kekasihnya.



Untuk itu sebagai perempuan ada baiknya engkau untuk lebih peka lagi dalam menggunakan perasaanmu agar engkau tidak tertipu oleh bujuk rayu seseorang terutama orang yang engkau pacari. Terlebih lagi jika ia dengan begitu mudahnya mengumbar kata sayang padamu.
  
Mereka yang benar-benar menyayangimu pasti tidak akan mudahnya mengobral kata sayangnya jika sedang butuh bantuanmu. Jika tidak percaya silahkan engkau kembali mengkoreksi lagi kapan pasanganmu akan lebih sering mengucapkan kata sayang, apa saat biasa-biasa saja ia tetap mengucapkan kata sayang atau ia baru akan mengeluarkan kata sayang dengan porsi yang lebih banyak kalau dia sedang ada maunya saja.

Mereka yang benar-benar menyayangimu punya cara sendiri untuk meminta maaf padamu jika sedang melakukan kesalahan. Mereka tetap akan memanggilmu dengan kata sayang namun tidak sesering mereka yang tidak benar-benar menyayangimu. Mereka yang tidak sungguh-sungguh dengan perasaan sayangnya akan lebih banyak mengumbar kata sayangnya demi membuat engkau memaafkan kesalahannya. Percayadeh telingamu akan menjadi sangat akrab dengan kata sayang kalau pacaran sama orang yang pandai mengobral kata sayang.

Tidak ada salahnyakan bila hanya antisipasi kemungkinan kalau sebenarnya si dia juga memanggil sayang sama banyak orang, atau mungkin perempuan lain. Saat bersamamu benar dia hanya mengucapkan kata sayang padamu seorang, lalu bagaimana jika kalau tidak sedang bersamamu, apakah engkau yakin kalau sayangnya dia hanyalah engkau seorang.

Tidak ada salahnyakan bila hanya antisipasi kemungkinan kalau sebenarnya si dia juga memanggil sayang sama banyak orang, atau mungkin perempuan lain. Saat bersamamu benar dia hanya mengucapkan kata sayang padamu seorang, lalu bagaimana jika kalau tidak sedang bersamamu, apakah engkau yakin kalau sayangnya dia hanyalah engkau seorang.

Walau demikian engkau tak perlu sebegitunya mencurigai pasanganmu jika tiba-tiba memanggil kata sayang. Engkau sendiri pasti tahu kapan dia akan lebih banyak memanggil sayang dan engkau tau pasati alasan mengapa ia mengucapkan kata sayang. Yang jelas alasannya bukan karena dia lagih butuh bantuanmu, lagi memaksama untuk sesutu yang menyakitimu atau mendapatkan kado mahal dari dirimu. Kalau kadonya tidak mahal kata sayangnya bisa jadi lebih sedikit (mata duitan). Mereka yang benar-benar menyayangimu pandai mengatur keluarnya kata sayang itu agar selalu bisa bermakna indah.

Semoga bisa member inspirasi dan bermanfaat


Sumber : kajian-ukhuwah.blogspot.co.id