Selasa, 31 Januari 2017

Naudzubillah Min Dzalik..Wahai Istri! Iniah Dosa Istri Jika Menambahkan Nama Suami Dibelakang Nama Mu

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini mungkin bagi sebagian orang yang sudah menikah akan terjadi banyak perubahan termasuk perubahan nama. Sesudah menikah umumnya bakal banyak pergantian yang berlangsung. Dari mulai ungkapan sayang yang jadi tambah sehari-hari, panggilan beralih jadi papi mami, bahkan juga nama istri beralih lantaran di belakangnya disematkan nama suami.



Pada budaya barat hal semacam ini kerap dilakukan serta dikira umum. Pemakaian nama suami di belakang nama istri dilakukan agar seseorang wanita gampang diketahu siapa suaminya, dan jadi bentuk ungkapan kasih sayang. Namun hal semacam ini tidak dengan Islam.

Seseorang wanita dilarang keras menyematkan nama suami di belakang namanya. Hukuman yang bakal di terima yakni waktu hari kiamat nantinya. Di mana Allah SWT, malaikat bersama seluruh manusia bakal melaknat wanita yang menyematkan nama suaminya itu. Seperti apa? berikut penjelasannya.

Tindakan menyematkan nama suami dibelakang nama istri memanglah berkesan remeh. Bagaimana tidak, sekarang ini sangat banyak beberapa orang yang memakai nama suaminya dibelakang namanya. Bukan sekedar pada pergaulan keseharian, aksi ini dapat dilakukan di media sosial sebagai penamaan account media sosial seseorang wanita.

Umpamanya Sri Widya menikah dengan Iskandar, jadi Ia ganti namanya dengan Sri Widya Iskandar. Atau Rahma menikah dengan Teguh, jadi namanya jadi Rahma Teguh.

Umat Islam semestinya tidak mengikuti trend ini. Mengingat hal semacam ini nyatanya telah ada ketentuannya. Melanggarnya sudah pasti bakal memperoleh dosa. Memanglah akibatnya tidak dirasa saat ini waktu hidup didunia, tetapi kelak waktu ada di akhirat.

 


Hadist tentang tentang penamaan ini begitu shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang mengakui sebagai anak pada terkecuali bapaknya atau menisbatkan dianya pada yang bukanlah walinya, jadi baginya laknat Allah, malaikat, serta seluruh manusia. Pada hari Kiamat kelak, Allah akan tidak terima darinya beribadah yang harus ataupun yang sunnah, ” (HR. Muslim dlm al-Hajj (3327) serta Tirmidzi).

Sahabat medianda terkini dalam hadist yang lain diterangkan jika wanita yang memakai nama penambahan terkecuali bapak maka Allah akan mengharamkan surga.

“Barang siapa bernasab pada terkecuali ayahnya serta ia tahu kalau ia bukanlah ayahnya, jadi surga haram baginya. ” (HR Bukhori dalam al-Maghozi bab : Ghozwatuth Tho`if (3982)

Lihatlah bagaimana Allah SWT demikian geram saat tindakan itu dilakukan. Tidak kah kita takut akan ancaman Allah itu? Hukum penamaan dalam ajaran Islam sangat utama. Baik pria atau wanita, cuma bisa memberikan nama ayahnya di belakang namanya. Tidak ada yang lebih memiliki hak terkecuali Bapak.

Meskipun suami sendiri, tetaplah tidak bisa ditambahkan dibelakang nama istri. Lantaran dalam Islam, nama lelaki di belakang nama seorang bermakna keturunan atau anak dari lelaki itu. Hal semacam ini adalah bentuk penghormatan pada seseorang bapak.

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan menggunakan nama bebrapa ayah mereka, tersebut yang lebih adil di segi Allah. ” QS al-Ahzab : 5

Tetapi hal semacam ini tidak sama dengan budaya barat, umpamanya istrinya Bill Clinton : Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham ; istrinya Barrack Obama : Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan sebagainya.

Namun sungguh, Allah SWT telah menyampaikan kabar ancaman yang akan di terima wanita jika menisbatkan nama suaminya, atau terkecuali nama bapak. Oleh karena itu tidak bisa seseorang wanita menisbatkan dianya pada suaminya seperti kebiasaan yang berlaku pada golongan kuffar serta yang mirip mereka dari golongan muslimin. ***

Semoga bermanfaat.



Sumber:Beradab

Senin, 30 Januari 2017

Diluar Sana Ada Banyak Yang Lebih Cantik Dariku, Tapi Apakah Mereka Bisa Sesabar Dan Semengerti Aku?

MediandaTerkini – Sahabat medianda Terkini seperti kata pepatah bahwa rumput tetangga terlihat lebih hijau tidak jauh beda dengan hal ini. Dalam suatu hubungan rasa setia tentu menjadi barang berharga bagi pasangan tersebut. Sudah pasti diluar sana akan ada banyak perempuan yang lebih cantik dan lebih segalanya dari pada aku, tapi sebelum kamu pergi meninggalkan aku hanya demi dia yang hanya menurutmu lebih cantik dan lebih segalanya dari pada aku kamu tanpa berfikir panjang kamu memilih dia.



Meskipun dia lebih cantik dari pada aku, apakah dia bisa sesabar dan semengerti aku? Maka berfikirlah dulu sebelum mengambil keputusan, apabila sekiranya dia lebih bisa bersabar dan mengerti kamu melebihi aku, silahkan saja pergi.

Ketika Aku Harus Menghadapi Sikapmu Tapi aku tidak yakin, dia bisa sesabar dan semengerti aku ketika menghadapi sikapmu.

Jika menurutmu aku belum bersabar dan belum bisa mengerti kamu maka mencari orang lain pun aku tidak akan pernah melarangmu. Aku hanya ingin mempersilahkan saja, namun bila hanya dengan alasan karena dia lebih cantik dari ku, maka pikir dulu sebelum meninggalkanku, yang aku takutkan hanya dia sama sekali tidak bisa sabar dan tidak bisa mengerti kamu seperti apa yang aku lakukan.

Yang Bisa Menerima Semua Kekuranganmu Dia yang lebih cantik dan lebih segalanya dari ku, apakah dia bisa menerima semua kekuranganmu?

Jika kamu sudah yakin dan sudah mempunyai keputusan untuk memilih dia, aku tidak akan pernah menahanmu tetap disampingku. Tenang saja aku akan membiarkanmu memilih dia, jika kamu bertanya akan kecewa apa tidak justru aku sangat kecewa dan bahkan sakit hati melihatmu seperti ini. Tetapi satu hal yang harus kamu tahu, kelak jika dia tidak sesuai dengan yang kamu harapkan jangan pernah menyesal dan mencoba datang terhadapku lagi. Karena aku pastikan aku sudah tidak berada disana lagi.

Kayaknya Belum Tentu Ada Tuh
Tapi kenapa ya, aku merasa bahwa dia gak bakalan bisa sesabar, semengerti dan bisa menerima semua kekuranganmu seperti aku menerimamu. Ingat dia adalah orang yang baru, yang sama sekali tidak tahu tentangmu apalagi tentang semua kekuranganmu, jangan-jangan dia hanya akan meninggalkanmu saat dia mulai tahu kekuranganmu seperti apa.

Coba saja jika tidak percaya, tinggalkan aku dan silahkan bersama dia, aku hanya ingin menyaksikannya saja bagaimana dia memperlakukanmu, yang pasti di tidak akan pernah sepertiku. Bisa lebih baik atau malah semakin buruk.

Jangan Nyesel Ya, Kalau Kamu Lebih Memilih Dia Yang Kenyataanya Tidak Sesabar Dan Semengerti Aku

Itu sudah menjadi konsekuensi, jika kamu lebih memilih dia. Asal jangan nyesel aja ya kalau kamu lebih memilih dia yang kenyataanya tidak sesabar dan semengerti aku.

Mungkin dengan seperti itu kamu bakal tahu betapa berharganya seseorang yang telah kamu tinggal pergi dan seseorang yang telah tidak ada dalam kehidupanmu lagi. Begitulah hidup, setelah kehilangan akan merasa bahwa sebetulnya ia sangat berharga, sekali lagi jangan pernah menyesal.

Karena Masih Ada Langit Di Atas Lanngit, Oleh Karena Itu Bakal Ada Orang Yang Lebih Cantik Dari Orang Yang Cantik

Jadi orang jangan hanya ingin mempunyai yang lain disaat kamu sudah memilikinya, jangan hanya berfikir bagaimana caranya ingin mendapatkan yang lebih tanpa ingin mensyukuri apa yang kamu miliki.



Ingat di atas langit, masih ada langit lagi, begitupun dengan perempuan, akan selalu ada perempuan yang lebih cantik dari perempuan yang kamu miliki dan yang kamu lihat sebelumnya, tapi apakah kamu ingin menukar perempuan yang sudah jelas-jelas menerimamu dengan perempuan yang belum tentu bisa menerima semua tentangmu.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Duapah

Kisah Nyata: Ketika Sedang Sholat, Imam Masjid Mendengar Jeritutan Anaknya Yang Mau Tenggelam Di Laut... Subhanallah!!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Kematian adalah merupakan rahasia Allah Swt. Umur siapa yang tahu, demikian juga seorang pemuda, bagaimanapun kuatnya juga tidak bisa mengelak dari hal tersebut. Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji dua tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yakni daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah.



Pemilik kisah ini berkata: Ayahku adalah seorang imam masjid, namun demikian aku tidak shalat. Beliau selalu memerintahkan aku untuk shalat setiap kali datang waktu shalat. Beliau membangunkan ku untuk shalat subuh. Akan tetapi aku berpura-pura seakan-akan pergi ke masjid padahal tidak. Bahkan aku hanya mencukupkan diri dengan berputar-putar naik mobil hingga jama’ah selesai menunaikan shalat. Keadaan yang demikian terus berlangsung hingga aku berumur 21 tahun. Pada seluruh waktuku yang telah lewat tersebut aku jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya. Namun meskipun aku meninggalkan shalat, aku tetap berbakti kepada kedua orang tuaku. Inilah sekelumit dari kisah hidupku di masa lalu.


Pada suatu hari, kami sekelompok pemuda bersepakat untuk pergi rekreasi ke laut. Kami berjumlah lima orang pemuda. Kami sampai di pagi hari, kemudian membuat tenda di tepi pantai. Seperti biasanya kamipun menyembelih kambing dan makan siang. setelah makan siang, kamipun mempersiapkan diri turun ke laut untuk menyelam dengan tabung oksigen. sesuai aturan, wajib ada satu orang yang tetap tinggal di luar, di sisi kemah, hingga dia bisa bertindak pada saat para penyelam itu terlambat datang pada waktu yang telah ditentukan. Akupun duduk, dikarenakan aku lemah dalam penyelaman. Aku duduk seorang diri di dalam kemah, sementara disamping kami juga terdapat sekelompok pemuda yang lain. Saat datang waktu shalat, salah seorang diantara mereka mengumandangkan adzan, kemudian mereka mulai menyiapkan shalat. Aku terpaksa masuk ke dalam laut untuk berenang agar terhindar dari kesulitan yang akan menimpaku bila aku tidak shalat bersama mereka.

Karena kebiasaan kaum muslimin di sini adalah sangat menaruh perhatian terhadap shalat berjamaah dengan perhatian yang sangat besar, hingga menjadi aib bagi kami jika seseorang shalat fardhu sendirian. Aku sangat mahir dalam berenang. Aku berenang hingga merasa kelelahan sementara aku berada di daerah yang dalam. AKu memutuskan untuk tidur diatas punggungku dan membiarkan tubuhku hingga bisa mengapung di atas air. Dan itulah yang terjadi. Secara tiba-tiba, seakan-akan ada orang yang menarikku ke bawah… aku berusaha untuk naik…..aku berusaha untuk melawan….aku berusaha dengan seluruh cara yang aku ketahui, akan tetapi aku merasa orang yang tadi menarikku dari bawah menuju ke kedalaman laut seakan-akan sekarang berada di atasku dan menenggelamkan kepalaku ke bawah. Aku berada dalam keadaan yang ditakuti oleh semua orang.

Aku seorang diri, pada saat itu aku merasa lebih lemah daripada lalat. Nafaspun mulai tersendat, darah mulai tersumbat di kepala, aku mulai merasakan kematian! Tiba-tiba, aku tidak tahu mengapa…aku ingat kepada ayahku, saudara- saudaraku, kerabat-kerabat dan teman- temanku… hingga karyawan di toko pun aku mengingatnya. Setiap orang yang pernah lewat dalam kehidupanku terlintas dalam ingatanku… semuanya pada detik-detik yang terbatas… kemudian setelah itu, aku ingat diriku sendiri..!.!! Mulailah aku bertanya kepada diriku sendiri… apa engkau shalat? Tidak. Apa engkau puasa? Tidak. Apa engkau telah berhaji? Tidak. Apa engkau bershadaqah? Tidak. Engkau sekarang di jalan menuju Rabbmu, engkau akan terbebas dan berpisah dari kehidupan dunia, berpisah dari teman-temanmu, maka bagaimana kamu akan menghadap Rabb-mu?

Tiba-tiba aku mendengar suara ayahku memanggilku dengan namaku dan berkata: “Bangun dan shalatlah.” Suara itupun terdengar di telingaku tiga kali. Kemudian terdengarlah suara beliau adzan. Aku merasa dia dekat dan akan menyelamatkanku. Hal ini menjadikanku berteriak menyerunya dengan memanggil namanya, sementara air masuk ke dalam mulutku. Aku berteriak….berteriak…tapi tidak ada yang menjawab.

Aku merasakan asinnya air di dalam tubuhku, mulailah nafas terputus-putus. Aku yakin akan mati, aku berusaha untuk mengucapkan syahadat….kuucapkan Asyhadu…Asyhadu…aku tidak mampu untuk menyempurnakannya, seakan-akan ada tangan yang memegang tenggorokanku dan menghalangiku dari mengucapkannya. Aku merasa bahwa nyawaku sudah dalam perjalanan keluar dari tubuhku. Akupun berhenti bergerak…inilah akhir dari ingatanku. Aku terbangun sementara kau berada di dalam kemah…dan di sisiku ada seorang tentara dari Khafar al Sawakhil (penjaga garis batas laut), dan bersamanya para pemuda yang tadi mempersiapkan diri untuk shalat. Saat aku terbangun, tentara itu berkata:”Segala puji bagi Allah atas keselamatan ini.” Kemudian dia langsung beranjak pergi dari tempat kami. Aku pun bertanya kepada para pemuda tentang tentara tersebut. Apakah kalian mengenalnya? Mereka tidak mengetahuinya, dia datang secara tiba-tiba ke tepi pantai dan mengeluarkanmu dari laut, kemudian segera pergi sebagaimana engkau lihat, kata mereka. Akupun bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian melihatku di air?” Mereka menjawab,”Sementara kami di tepi pantai, kami tidak melihatmu di laut, dan kami tidak merasakan kehadiranmu, kami tidak merasakannya hingga saat tentara tersebut hadir dan mengeluarkanmu dari laut.” Perlu diketahui bahwa jarak terdekat denga Markas Penjaga Garis Laut adalah sekitar 20 Km dari kemah kami, sementara jalannya pun jalan darat, yaitu membutuhkan sekitar 20 menit hingga sampai di tempat kami sementara peristiwa tenggelam tadi berlangsung dalam beberapa menit. Para pemuda itu bersumpah bahwa mereka tidak melihatku. Maka bagaimana tentara tersebut melihatku? Demi Rabb yang telah menciptakanku, hingga hari ini aku tidak tahu bagaimana dia bisa sampai kepadaku. seluruh peristiwa ini terjadi saat teman-temanku berada dalam penyelaman di laut. Ketika aku bersama para pemuda yang menengokku di dalam kemah, HP-ku berdering. segera HP kuangkat, ternyata ayah yang menelepon. Akupun merasa bingung, karena sesaat sebelumnya aku mendengar suaranya ketika aku di kedalaman, dan sekarang dia menelepon? Aku menjawab….beliau menanyai keadaanku, apakah aku dalam keadaan baik? Beliau mengulang-ulangnya, berkali-kali.

Tentu saja aku tidak mengabarkan kepada beliau, supaya tidak cemas. Setelah pembicaraan selesai aku merasa sangat ingin shalat. Maka aku berdiri dan shalat dua rakaat, yang selama hidupku belum pernah aku lakukan. Dua rakaat itu aku habiskan selama dua jam. Dua rakaat yang kulakukan dari hati yang jujur dan banyak menangis di dalamnya. Aku menunggu kawan- kawanku hingga mereka kembali dari petualangan. Aku meminta izin pulang duluan.

Akupun sampai di rumah dan ayahku ada di sana. Pertama kali aku membuka pintu, beliau sudah ada di hadapanku dan berkata: “Kemari, aku merindukanmu!” Akupun mengikutinya, kemudian beliau bersumpah kepadaku dengan nama Allah agar aku mengatakan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi padaku di waktu Ashar tadi. Akupun terkejut, bingung, gemetar dan tidak mampu berkata-kata. Aku merasa beliau sudah tahu. Beliau mengulangi pertanyaannya dua kali. Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi padaku. Kemudian beliau berkata:”Demi Allah, sesungguhnya aku tadi mendengarmu memanggilku, sementara aku dalam keadaan sujud kedua pada akhir shalat Ashar, seakan- akan engkau berada dalam sebuah musibah. Engkau memanggil-manggilku dengan teriakan yang menyayat-nyayat hatiku. Aku mendengar suaramu dan aku tidak bisa menguasai diriku hingga aku berdo’a untukmu dengan sekeras- kerasnya sementara manusia mendengar do’aku. Tiba-tiba, aku merasa seakan-akan ada seseorang yang menuangkan air dingin di atasku. Setelah shalat, aku segera keluar dari masjid dan menghubungimu. Segala puji bagi Allah, aku merasa tenang bagitu mendengar suaramu.

Akan tetapi wahai anakku, engkau teledor terhadap shalat. Engkau menyangka bahwa dunia akan kekal bagimu, dan engkau tidak mengetahui bahwa Rabbmu berkuasa merubah keadaanmu dalam beberapa detik. Ini adalah sebagian dari kekuasaan Allah yang Dia perbuat terhadapmu. Akan tetapi Rabb kita telah menetapkan umur baru bagimu. Saat itulah aku tahu bahwa yang menyelamatkan aku dari peristiwa tersebut adalah karena Rahmat Allah Ta’ala kemudian karena do’a ayah untukku. Ini adalah sentuhan lembut dari sentuhan-sentuhan kematian. Allah Ta’ala ingin memperlihatkan kepada kita bahwa betapapun kuat dan perkasanya manusia akan menjadi makhluk yang paling lemah di hadapan keperkasaan dan keagungan Allah Ta’ala.

Maka semenjak hari itu, shalat tidak pernah luput dari pikiranku. Alhamdulillah. Wahai para pemuda, wajib atas kalian taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua. Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, terimalah taubat kami dan taubat mereka dan rahmatilah mereka dengan rahmat-Mu.Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan sekali-kali mengabaikan kewajiban ibadah kita walaupun kelihatannya sepele.

Semoga bermanfaat, Silahkan dishare...



Sumber:beradab

Renungan Buat Kamu Para Suami Yang Tergoda Wanita Idaman Lain, Ingatlah Anak Istrimu Di Rumah !!

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Memiliki suami yang setia tentu menjadi dambaan untuk tiap-tiap kaum istri. Kesetiaan ialah bentuk kasih sayang yang nyata dari suami kepada istrinya dalam membina suatu rumah tangga. Bak mutiara, tindakan setia ini memanglah bernilai sangat mahal, bahkan hal ini tidak bisa ditukar dengan uang.



Meski demikian, setiap hubungan tidak pernah lepas dari yang namanya cobaan, termasuk juga permasalahan ketidaksetiaan dari suami yang disebabkan tergoda wanita lain. Godaan berwujud seperti ini dapat terlihat dari mana saja sampai melemahkan keimanan. Sering kali hubungan rumah tangga yang sudah bertahun-tahun harus kandas ditengah jalan.

Rasulullah SAW sebagai tauladan Umat Islam ternyata sudah memberikan nasehat pada para suami yang tergoda wanita selain istrinya. Apa saja isi dari himbauan Rasulullah itu? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Ada satu cerita dari Rasulullah yang dapat di jadikan contoh untuk seorang suami, betapa kesetiaan itu sangatlah penting dalam satu rumah tangga.

Saat itu, di kisahkan Rasulullah masih tetap ke Masjid Nabawi dalam keadaan rambut basah setelah mandi jinabat. Lalu Rasulullah menyampaikan pada beberapa sahabat untuk mendatangi istri mereka apabila mereka tergoda dengan wanita lain.

Apabila engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka cepatlah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu mempunyai segalanya seperti yang dimiliki oleh wanita itu. " (HR. Tirmidzi)

Inilah anjuran yang diberikan Rasulullah SAW agar selalu mengingat istri. Istri adalah merupakan seorang yang halal dan sudah mengikatkan janji pada suami. Oleh karenanya, ketika seorang suami mulai tergoda pada wanita lain sebaiknya ia segera mendatangi istrinya.

Menjadi seorang suami, maka ada kewajiban menjadi pemimpin. Sudah sepantasnya seorang suami itu memberi contoh dan tauladan pada istri dan keluarganya dengan senantiasa setia pada istrinya dimanapun ia berada.

Maka sungguh merugilah jika seorang suami tergoda pada wanita lain. Hal itu dikarenakan segala yang dilihat dan dipikirkan olehnya dari wanita yang memikat hatinya itu nyata-nyatanya sudah dipunyai oleh istrinya yang sah. Sungguh miris jika seorang suami masih tetap memikirkan wanita lain.

Mungkin banyak suami yang berfikir jika wanita yang membuatnya tergoda itu memiliki segalanya dan lebih menarik. Walau sebenarnya, itu semua hanya perasaanya saja dan hanya tipu daya dari setan yang selalu menggoda hamba Allah yang lemah.

Sahabat medianda terkini itulah penjelasan mengenai saran Rasulullah untuk suami yang tergoda dengan wanita lain. Jika mulai tergoda dengan wanita lain, maka cobalah untuk mengingat kembali anjuran Rasulullah itu. Janganlah nodai mahligai rumah tangga dengan suka pada wanita lain. Semoga bermanfaat.

Minggu, 29 Januari 2017

Tidak Perlu Menjadi Orang Kaya Agar Semua Orang Bangga, Cukup Perlakukan Sekitarmu Dengan Hiasan Akhlaq Mulia

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Memang tidak perlu berusaha mati-matian menjadi orang kaya agar semua orang bangga, tapi cukup perlakukan orang yang ada disekitar kita dengan hiasan mulia, niscaya diri kitalah insan yang sesungguhnya memiliki kekayaan surgawi. Sebab memang tidak ada gunanya dibanggakan semua orang dengan harta yang kita miliki, namun kita lupa untuk berlaku bijaksana kepada orang-orang yang berada disekitar kita. Misalnya, kita lupa untuk mau memberi, dan lupa untuk merendah hati.



Karena, kebanyakan orang jika sudah diberi amanah kekayaan harta, ia cenderung lupa untuk berlaku mulia. Kadang mereka kufur akan nikmat yang telah Allah berikan. Maka tidak ada yang lebih membanggakan didunia ini, selain kita mampu memperlakukan orang lain dengan kemuliaan sikap dan perilaku yang kita punyai.

Tidak ada gunanya menjadi bangga dihadapan manusia, jika Allah tidak pernah bangga dengan diri kita yang tidak bisa memuliakan hamba lainnya dengan perlakuan mulia yang kita miliki.

Untuk Apa Berbangga Diri Mempunyai Harta Yang Berlimpah, Jika Kita Tidak Pernah Limpahkan Keberkahan Kepada Yang Membutuhkan

Begitulah manusia, sering lupa ketika apa yang menjadi impiannya sudah bisa ia raih. Pantas saja jika ada kata-kata bijak “Kacang Lupa Sama Kulitnya”, iya itu karena sebagian orang jikalau sudah sukses, mempunyai harta berlimpah akan lupa siapa dirinya dimasa kemaren.Lalu untuk apa bangga karena sudah mempunyai harta brlimpah, bila tidak pernah sedikitpun limpahkan keberkahan hartanya kepada yang membutuhkan. Untuk apa merasa senang dengan harta yang kita genggam, jika kita tidak bisa menggenggam kesedihan orang-orang yang ada disekitar.

Untuk Apa Bangga Menaiki Mobil Mewah, Memakai Aksesories Bermerek, Tetapi Tidak Mampu Bijak Membawa Hati

Merasa hebat karena menjadi golongan dari orang-orang yang mampu pamer dengan barang-barang mewahnya. Benar, begitulah orang kaya harta, tapi tidak kaya akan hati.

Ia akan senantiasa berbuat sesuka hati, memandang sebelah mata, dan egois terhadap hidup orang lain. Tetapi untuk apa bangga memiliki semuanya, mobil mewah, tas bermerek, baju rancangan desainer terkenal, jika tidak mampu membawa hati dengan bijaksana.

Untuk Apa Bangga Memiliki Jabatan Tinggi, Jika Kita Tidak Bisa Merendahkan Hati

Merasa paling hebat karena jabatan tinggi yang membuatnya dikenal banyak orang. Namun untuk apa bangga memiliki jabatan tinggi, jika tidak bisa merendahkan hati di depan orang lain.

Bisanya hanya selalu merendahkan, memvonis, menghakimi orang disekitar dengan perbuatan keji. Demi mencapai tujuannya rela memfitnah saudara sendiri, dan membuang keluarga. Karena didalam hatinya hanya harta dan harta yang ternilai.

Untuk Apa Bangga Memiliki Kekuasaan, Jika Kita Tidak Mampu Menguasai Jiwa Dan Raga

Dan merasa bangga karena mempunyai kekuasaan yang tidak bisa orang lain miliki. Merasa paling berkuasa, hingga lupa caranya berbuat adil terhadap orang-orang yang lebih kecil dari dirinya.

Lalu untuk apa masih merasa bangga mempunyai kekuasaan, jika tidak mampu menguasai jiwa dan raganya. Untuk apa membusungkan dada, Jika kekuasaan yang dimiliki hanya membuatnya menjauh dari Allah yang telah memberinya anugerah kekuasaan tersebut.

Karena Bangga Itu Ketika Kita Mampu Berlaku Mulia Dengan Sikap Dan Perilaku Mulia Yang Kita Miliki

Karena sesungguhnya bangga itu bisa dirasa ketika kita mampu berlaku baik dengan sikap mulia yang kita miliki. Yang tidak pernah lupa bahwa harta yang berlimpah itu adalah bentuk limpahan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Yang mampu memuliakan orang yang ada disekitar kita dengan sikap dan perilaku yang kita miliki.

Semoga bermanfaat.



Sumber:humairoh.com

Mandi Junub, Sudah Benarkah Cara Anda Selama Ini?

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Orang dewasa Muslim dan sudah akil baligh tentu harus mandi junub dalam waktu-waktu tertentu.Mandi junub sendiri ialah mandi yang dilakukan ketika selesai dari masa haid dan nifas, setelah mengeluarkan ma*ni karena sy*ahwat, dan setelah bertemunya dua khitan (dua alat ke*lamin = hu*bunga*n suami istri).



Tata cara mandi junub dijelaskan pada hadist berikut ini,Dari Aisyah ra, dia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila mandi junub beliau memulai dengan mencuci farji beliau, kemudian berwudlu, kemudian mengambil air untuk menyelah-nyelahi pangkal rambut dengan jari-jari, lalu menuangkan ke atas kepala beliau tiga tuangan, kemudian menyiram seluruh tubuh beliau, kemudian mencuci kedua kaki beliau,” (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz ini milik Imam Muslim).

Urutan berdasarkan hadist di atas adalah :

1. Mencuci kedua tangan
2. Menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
3. Mencuci ke*malu*an
4. Berwudlu
5. Mengambil air dan menyelah-nyelahi rambut
6. Menuangkan air ke atas rambut 3 kali
7. Menyiram seluruh tubuh
8. Mencuci kedua kaki.

Dari langkah diatas yang perlu diperhatikan ialah utamakan yang kanan dari yang kiri. Semoga bermanfaat.




Sumber:wajibbaca.com

Disindir Tentang Hijab Oleh Komika Uus, Jawaban Wirda Mansur Bikin Skakmat

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini hijab bagi seorang muslimah adalah merupakan suatu kewajibannya untuk mengenakan. Namun namanya juga manusia jika ada orang yang berubah berhijab atau mengenakan hijab ada saja yang menilainya kurang baik ntah karena kelakuannya atau yang lain. Yang perlu diingat hanya jangan sibuk menilai orang namun lupa menilai diri sendiri.



Seperti kicauan komedian stand up comedy Uus sempat menjadi sorotan para peselancar dunia maya. Ini lantaran kicauannya yang menyinggung hijabers pecinta artis Korea atau K-popers.

" Cewek pake hijab, terus dateng ke konser nangis-nangis. Mungkin keluarganya terlalu over protektif jadi pelampiasannya di situ," tulis sang komika pada Selasa 1 Maret 2016.

Tidak berhenti di situ, Uus juga menyingung perilaku para hijabers yang menggemari artis-artis K-Pop.

" Enggak ngaruh kan berhijab mah cuma buat nutup aurat, akhlak mah belakangan jadi ya gua bakal tetep ngomong. Entah hijab atau engga, akhlak urusan belakangan kan ya? yang penting nutup aurat, besok aku pake baju diving deh," tulisnya lagi.

Rupanya kicauan ini sampai ke telinga putri cantik Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Salamah Ulya. Di akun ask.fm miliknya salah satu netizen melemparkan pertanyaan terkait kicauan ini.

" Wir mau tanya dong ada tuh seorang komika namanya Uus dia buat pernyataan, buat apa berhijab kalau kelakuan masih blangsak, kayak cewek berhijab yang suka artis waktu ketemu nangis. Setuju enggak sama pernyataan dia?," tulis salah satu netizen.

Wirda pun selalu berusaha bijak dalam melihat masalah, tetapi ia mengaku kesal.

" Gue pribadi suka kesel kalau ada yang menyangkut pautkan soal hijab dengan kekurangan orang. Enggak ada urusannya. Akhlak orang ya akhlak orang, hijab ya hijab. Ya jangan salahkan hijabnya, salahkan akhlaknya. Tapi orang juga bisa berubah. Jadi baiknya enggak usah menghina atau menyindir," kata Wirda.

Duta Quran Indonesia ini pun mengatakan seseorang yang berhijab membutuhkan proses untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

" Makan cabe kalau enggak segera minum bakalan lama redanya. Begitu pula hijab, enggak bisa langsung berubah tapi perlahan-lahan bisa," ujarnya. (Ism)



Sumber:Dream.co.id

Astaghfirullah..Inilah Tiga Ciri Wanita Penghuni Neraka Menurut Rasulullah

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini semua manusia tentu yang diinginkan hanyalah surga namun ingatkah anda bahwa Rasulullah pernah bersabda tentang bagaimana seorang wanita akan mendapat 1000 kebaikan yang akan dicatat oleh Allah SWT ketika pakaian suaminya dicucikannya, dan bahkan 2000 kesalahan yang diperbuatnya pun akan mendapat pengampunan dari Allah. Wanita tersebut pun derajatnya masih diangkat 1000 kali untuknya yang tentunya sangat menguntungkan. Itulah wanita yang akan menjadi salah satu penghuni surga, namun bagaimana dengan wanita yang akan menjadi penghuni neraka?



Dalam Shahih Muslim disebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan (2) para wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang, berlenggak-lenggok, (3) kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini disebutkan tentang ciri-ciri wanita penghuni neraka dan tidak akan dapat mencium bau surga, meskipun bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. Ciri-ciri wanita tersebut ialah sebagai berikut:

1. Kasiyat ‘Ariyat (Berpakain tapi telanjang)

Ada beberapa makna dari ciri-ciri yang pertama ini.

Pertama: Wanita yang mendapatkan nikmat-nikmat dari Allah tetapi tidak mau mensyukurinya.

Kedua: Wanita yang memakai pakaian tetapi tidak mau melakukan perbuatan baik, tidak mau mementingkan kehidupan akhirat dan tidak mau mementingkan taat kepada Allah.

Ketiga: Wanita yang membuka sebagian dari anggota tubuhnya dengan tujuan memperlihatkan kecantikannya.

Keempat: Wanita yang mengenakan pakaian tipis sehingga nampak lekukan-lekukan tubuhnya.

2. Ma’ilat Mumilat (berlenggak-lenggok)

Ada yang mengatakan bahwa maknanya adalah wanita menyimpang dari taat Allah serta kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya seperti menjaga kema-luannya. Bersamaan itu ia mengajarkan apa yang ia lakukan kepada orang lain.

Ada yang berpendapat bahwa maknanya ialah wanita yang memiliki keinginan berkencan dengan lelaki lain serta memperlihatkan kepada mereka perhiasan-perhiasan dan kecantikan yang dimilikinya.

3. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring

Al-Mazini mengatakan maknanya adalah wanita yang selalu mendongakkan kepalanya kepada lelaki lain dan tidak memejamkan mata kepada mereka.

Wanita dengan ciri-ciri diatas adalah calon penghuni neraka dan tidak akan dapat mencium bau surga. Namun perlu diperhatikan bahwa kepastian seseorang tervonis tidak dapat masuk surga merupakan hak Allah SWT. Oleh sebab itu sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa wanita-wanita itu tidak dapat masuk surga perlu dita’wil dengan makna sebagai berikut:

Pertama: Wanita yang tidak dapat masuk surga sesuai ciri-ciri di atas adalah wanita yang menghalalkan perkara haram padahal ia tahu, sehingga menyebabkan dirinya menjadi seorang kafir, berada di neraka selama-lamanya.

Kedua: Wanita yang sesuai dengan ciri-ciri di atas tidak masuk surga bersama golongan yang masuk surga pada gelombang-gelombang awal, sehingga bisa jadi suatu ketika ia akan dientaskan oleh Allah dari jurang neraka dan dihantarkan menuju surga. Wallahu A’lam.

Semoga bermanfaat.

sumber: Syarh Muslim; 17/190-191 versi al-Maktabah asy-Syamilah.

Sabtu, 28 Januari 2017

Subhanallah.!!! Pintu Surga Terbuka Karena 5 Amalan Sepele Ini, Amalan Apa Sajakah Itu ??? Simak Penjelasan Selengkapnya..

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Tentu semua umat muslim ingin masuk surga dan bertemu langsung dengan Allah, Kekasih yang selama ini dicintai dan dirindukan. Sudah pasti, yang bisa masuk ke dalam surga dan bertemu dengan Allah, ialah orang-orang pilihan yang selama hidupnya di dunia menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya secara sungguh-sungguh.



Namun orang yang sudah mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, jangan semerta-merta merasa mempunyai amalan kebaikan yang banyak dan lantas layak untuk masuk surga. Pemberian tiket ke surga ialah hak prerogratif Allah. Dia yang Maha Menentukan, yang Maha Menimbang. Muslim dan muslimah yang baik harus selalu rendah hati dan takut kepada Allah, bahkan atas kesombongannya sendiri yang barangkali terbersit di dalam hatinya tanpa disadari. Bukankah amalan itu tergantung pada niatnya, kata Nabi?

Meskipun kita sering melakukan amalan kebaikan yang “besar”, namun niat kita salah, apalagi hanya sekedar pencitraan, maka di sisi Allah, amalan kebaikan itu bisa tidak ada artinya sama sekali. Di era “masyarakat tontotan” seperti sekarang ini, segala amalan kebaikan memang mudah tergelincir menjadi sekedar tontotan yang riya’.

Sebaliknya, justru saat kita melakukan amalan kebaikan yang “ringan”, yang barangkali selama ini sering dianggap sepele, jika dilakukan dengan niat yang benar semata-mata karena Allah, bisa menjadi sangat mulia dan bernilai di sisi Allah. Meskipun tanpa ada cahaya kamera yang menyorotnya. Sungguh, amalan kebaikan yang sepele tersebut dijanjikan dapat membuka pintu surga-Nya. Mari ketuk pintu-pintu surga dengan beberapa amalan yang selama ini dianggap ringan dan sepele tersebut, berikut ini:

1. Memberi Minum Binatang

Jangankan memberi minum binatang. Kita saat ini rasanya sudah banyak yang tidak peduli pada binatang. Padahal, memberi minum binatang ini menjadi salah satu amalan kebaikan yang dapat menghantarkan seseorang ke dalam surganya Allah.

Masih ingatkah dengan cerita Rasullullah saat menceritakan seorang laki-laki yang memberi minum seekor anjing hingga kemudian Allah mengampuni dosa-dosa laki-laki itu dan memasukkannya ke dalam surga? Iya, dalam hadist yang diriwayahkan Bukhori dan Muslim, diceritakan dari Abu Hurairah,

Rasullullah SAW bersabda “Ketika sedang melakukan perjalanan, seorang laki-laki merasa haus, lalu ia menuju ke sebuah sumur dan minum air. Setelah ia keluar, ternyata ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan memakan pasir karena kehausan. Lelaki itu bergumam ‘Anjing ini telah merasa kehausan seperti yang telah aku rasakan’. Ia pun kembali menuju sumur dan memenuhi sepatunya dengan air, lalu memberikan minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni segala dosanya. Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasullullah, apakah kita akan mendapatkan pahala dengan memberi minum binatang? Beliau menjawab: ‘Pada setiap limpa yang basah, terdapat pahala’”.

2. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Jika kita sedang berjalan, entah itu naik kendaraan atau jalan kaki, dan kita menemukan rintangan di jalan berupa batu yang tergeletak di tengah jalan, bambu yang menghalang, atau mungkin kulit pisang yang dibuang sembarangan, lantas kemudian secara spontan kita menyingkirkan rintangan tersebut. Maka, itu akan dicatat sebagai amalan kebaikan di sisi Allah.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga” (HR. Bukhari).

3. Menjenguk Orang Sakit

Sesibuk apapun kita, sempatkanlah untuk menjenguk saudara, teman, dan kolega kita yang sedang sakit. Selain merupakan “panggilan kemanusiaan”, amalan kebaikan ini dicatat sebagai pahala yang tinggi di sisi Allah. Allah menjanjikan mereka yang menjenguk orang-orang sakit, posisi yang mulia di Surga-Nya kelak.
Rasulullah bersabda: “Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru: ‘Engkau adalah orang yang baik, langkahmu adalah langkah yang baik, dan engkau telah mendapatkan suatu posisi di surga’”(HR Tirmidzi dari Abu Hurairah, r.a.)

4. Senyum dan Ceria

Menebar senyum dan salam pada semua orang adalah merupakan sebuah kebajikan yang dijanjikan ganjaran pahala dan surga oleh Allah. Oleh karena itu, muslim dan muslimah yang baik harus mengembangkan sikap yang ramah dan penuh ceria terhadap orang lain, sehingga Islam juga benar-benar dirasakan membawa rahmat bagi semua. “Kebaikan akhlak adalah keceriaan wajah dan menjauhi amarah,” kata Rasulullah.

5. Menutup Aib Orang Lain Dalam Islam

Allah sangat membenci ghibah. Orang yang bergunjing tentang keburukan saudaranya sendiri, dianggap sama dengan memakai bangkai saudaranya tersebut. Menahan diri untuk tidak bergunjing dan menutup aib orang lain sangat dianjurkan bagi seorang muslim dan muslimah. Amalan kebaikan ini dijanjikan ganjaran surga oleh Allah. Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutup aib seorang hamba di dunia, melainkan Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat” (H.R. Muslim).

Sahabat medianda terkini itulah penjelasan mengenai beberapa amalan kebaikan yang barangkali selama ini dipandang ringan dan sepele, tetapi dapat mengetuk dan membuka pintu surga karena ridha dan iradah Allah. Tentu masih banyak amalan kebaikan yang lain, yang tidak mungkin dibahas di sini satu persatu. Semoga Allah selalu membersihkan hati dan meluruskan niat kita. Aamiin.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Postshare

Memang Senyum Itu Bisa Dipalsukan Tapi Kebahagiaan Tidak

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Setiap manusia tentu menginginkan kebahagian yang sesungguhnya namun perlu diingat yang namanya kehidupan tentu ada masalah, ntah itu masalah kecil atau mungkin juga masalah besar..na’udzubillahimindzalik…Manusia memang makhluk yang paling pandai dalam memakai topeng. Apa yang ada di dalam hati bisa disembunyikan dengan begitu bagus melalui ekspresi dan sorot mata yang berbeda. Perasaan yang sesungguhnya bisa tertutupi oleh guratan wajah yang ditunjukkan pada orang-orang di sekitarnya.



Aku, kamu, dan kita semua pasti pernah berusaha menyembunyikan sesuatu melalui senyuman. Ketika yang kita rasakan ialah luka dan kesedihan namun kita berusaha untuk terlihat baik-baik saja, demi membuat orang di sekitar kita tidak cemas. Kadang kita rela untuk memendam keperihan seorang diri demi membuat orang di sekitar kita tetap nyaman di sekitar kita. Meski kemudian yang terjadi malah luka di dalam diri ini makin parah.

Izinkan Dirimu Menangis Bila Itu Bisa Membuatmu Sedikit Lega

Terkadang wanita yang menangis itu bukan disebabkan ia lemah atau cengeng. Melainkan karena ia sudah terlalu lama menahan diri dan berjuang untuk kuat. Tidak apa membiarkan air mata mengalir. Jika itu bisa membuat perasaan sedikit lebih lega, air mata akan jadi penyelamat sendiri. Lepaskan semua beban di hati dan perasaan yang menekanmu, agar setelah itu kamu bisa kembali melangkah.Kesedihan Tak Bisa Disembunyikan dengan Mudah

Mungkin kamu berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kesedihan. Atau sengaja memasang topeng tersenyum untuk menutupi rasa sesak yang sebenarnya kamu rasa. Namun kesedihan tidak bisa disembunyikan dengan mudah. Kebahagiaan juga tidak bisa dibuat-buat atau dipalsukan. Ada kalanya kita memang harus menerima kesedihan dan luka itu. Sehingga nantinya kita bisa berdamai dengan diri sendiri dan mengatasi masalah yang ada dengan pikiran lebih jernih.

Senyum bisa dipalsukan, tetapi kebahagiaan tidak… dan tawa yang dipaksakan selalu menyesakkan dada. Beri tahu mereka bahwa ada sensasi luar biasa ketika kita terjatuh dan mendapati lutut kita berdarah. Ketika itu terjadi, tidak usah buru-buru bangun lagi dan kembali berlari. Mereka punya kesempatan untuk istirahat dan menyaksikan bagaimana luka-luka menjadi kering dengan sendirinya, seperti kata-kata buruk yang hilang dari kepala dan rasa sakit hati yang pelan-pelan tiada bukan karena kita telah memaafkannya tetapi karena kita makin pelupa.

– Fahd Pahdepie

Menyelesaikan Masalah Seorang Diri Tidak Pernah Mudah

Tidak pernah ada yang mudah saat kita menyelesaikan sebuah masalah berat seorang diri. Berjuang seorang diri mengatasi semua ujian yang ada, selalu ada hal-hal tidak terduga yang terjadi. Tapi kita juga perlu ingat bahwa akan selalu ada orang yang mau dan bersedia membantu kita. Asal kita juga mau terbuka dan tidak memalsukan perasaan kita di dekat mereka.Memakai “Topeng” Itu Bisa Sangat Melelahkan

Mau memalsukan kebahagiaan? Mau pura-pura terlihat bahagia meski hati sedang terluka atau sedang dirundung masalah? Kita bisa saja melakukannya. Tapi lama kelamaan itu bisa terasa sangat melelahkan. Sebab situasi dan kondisi kadang kita harus berkorban untuk menjadi seperti orang lain yang terlihat baik-baik saja. Hidup memang kadang terasa begitu berat. Dan yang harus kita lakukan mau tidak mau adalah bisa menyesuaikan diri dan menjalankan setiap peran sebaik mungkin.

Sahabat medianda terkini semoga kita bisa selalu mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan. Cobaan dan masalah memang akan selalu datang silih berganti tapi kita akan selalu bisa menemukan kekuatan di setiap ujian.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Postshare

Jumat, 27 Januari 2017

Mungkin Anda Pernah Merasakannya Ketika Tempat Usaha Terasa Panas dan Seret Rezeki, Begini Cara untuk Meruqyahnya

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini jaman seperti sekarang ini tidak menutup kemungkinan untuk orang berbuat curang demi mencari rezeki. Anda Punya Usaha Rumah makan ..? Jika Rumah makan anda ada yang mengirim sihir agar usaha anda bangkrut maka tidak ada salahnya anda mengatasinya dengan cara meruqyah tempat usaha anda sekaligus membentenginya.



Ada kalanya tempat usaha atau kantor atau toko terasa ‘panas’ dengan banyaknya percekcokan antar rekan kerja, atasan dan bawahan, para karyawan gampang sakit-sakitan, atau bahkan rezeki terasa seret.

Ada beberapa tempat usaha yang selalu terlihat sedang tutup oleh pelanggan, sebab dikirimi sihir yang bertujuan membuat bangkrut seperti yang diinformasikan ummi-online. Astaghfirullah, amalkan ruqyah dengan menggunakan ayat-ayat quran sebagai benteng dari segala jenis gangguan!

Berikut ini beberapa cara meruqyah tempat usaha yang bisa kita lakukan secara mandiri tanpa meminta pertolongan dari Ustadz ruqyah:

1. Bersihkan kantor/toko dari gambar/patung makhluk yang bernyawa, misalnya: patung berbentuk hewan, sekalipun hanya berupa asbak dengan bentuk gajah atau kura-kura.

2. Setelah itu, bersihkan rumah kemudian beri wewangian secukupnya.

3. Sediakan garam kasar secukupnya.

4. Masukkan garam ke dalam satu ember air bersih

5. Bersihkan diri dengan cara berwudhu dan mandi, kemudian jangan lupa memakai wangi-wangian

6. Kemudian dirikan shalat 2 rakaat dengan niat ikhlas karena Allah

7. Celupkan jari telunjuk tangan kanan pada air  kemudian bacakan ayat ruqyah sembari memutar jari searah jarum jam

8. Setelah itu, baca istighfar sebanyak-banyaknya

“Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud)
9.   Baca kalimat thoyyibah (takbir, tasbih, tahlil, tahmid)

10. Baca shalawat nabi

11. Baca kalimat tammah

“A’uudzu bikalimaatilaahit taammati min syarri maa kholaq”

“A’uudzu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haam matin wa mingkulii ‘aiinin laammah”

12. Kemudian baca doa : “Ya Allah hamba berniat meruqyah toko/tempat usaha hamba untuk menghancurkan dan membersihkan semua yang buruk di dalamnya dan berilah rahmat dan perlindungan serta kenyamanan bagi semua yang memasukinya

13. Baca ayat-ayat ruqyah rumah :

Al Fatihah (3x)
Al Hasyr ayat 21-24 (3x)
Al Baqarah ayat 1-4 (3x)
Al Baqarah ayat 255 (3x)
Al Baqarah ayat 256-257 (3x)
Al Baqarah ayat 284-286 (3x)
Al Ikhlas (3x)
Al Falaq (3x)
An Naas (3x)

Tiupkan ke air setiap selesai membaca satu surat

Siramkan/percikkan di depan toko yang atau tempat-tempat yang diperkirakan dihuni jin sambil membaca ayat Kursi. Air ini juga bisa dimasukkan ke dalam botol spray atau dijadikan air pel untuk membersihkan kantor/toko

Ulangi kegiatan ini setiap pagi sebelum membuka toko

Lakukan selama 7 hari berturut-turut, kemudian 1 minggu sekali sampai gangguan berhenti kemudian diulang tiap 1 bulan.

Insya allah dengan keridho’an allah tempat kerja anda yang semula banyak mendapat gangguan dan suasana didalamnya terasa panas atau membuat anda tidak nyaman di dalamnya akan hilang dengan seketika, dan tidak lupa ucapkan salam ketika hendak memasukinya.

Semoga bermanfaat.



Sumber:Wajibbaca

Sudah Tahukah Anda...Inilah Batas Minimal Suami Memberi Nafkah Batin pada Istri

MediandaTerkini – Sahabat medianda terkini Ketika seseorang laki-laki memutuskan untuk menikah seorang wanita maka sang suami wajib untuk menafkahi sang istri. Suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya. Bukan hanya nafkah materi, tetapi juga nafkah biologis. Lantas, berapa lama batas minimal suami memberi nafkah biologis pada istrinya?



Ibnu Hazm berkata: “Suami wajib menjima’ istrinya sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan jika ia mampu, kalau tidak, berarti ia durhaka terhadap Allah.”

Pendapat Ibnu Hazm ini berdasarkan firman Allah

فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ
“..apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu…” [QS. Al Baqarah: 222]

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan, mayoritas ulama sependapat dengan Ibnu Hazm tentang kewajiban suami menjima’ istrinya jika ia tidak memiliki halangan apa-apa.

Sedangkan Imam Ahmad berpendapat batas minimal suami memberikan hak biologis ialah sekali dalam empat bulan. Hal ini berdasarkan ketetapan Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu atas pasukan mujahidin. Mereka ditugaskan dalam rentang masa maksimal empat bulan agar bisa kembali kepada istrinya.

Keputusan itu diambil Umar setelah ia mendengar syair seorang wanita muslimah yang mengeluhkan lamanya sang suami bertugas. Kemudian Umar bertanya kepada anaknya, Hafshah, berapa lama seorang wanita kuat menahan gejolak hasratnya untuk berhubungan dengan suami.

Pendapat sangat bijak dikeluarkan oleh Imam Al Ghazali. Pengarang Ihya’ Ulumiddin itu menjelaskan, “Sepatutnya suami menjima’ istrinya pada setiap empat malam satu kali. Ini lebih baik sebab batas poligami itu empat orang. Namun, boleh diundurkan dari waktu tersebut bahkan sangat bijaksana jika lebih dari sekali dalam empat malam atau kurang dari itu, sesuai kebutuhan istri dalam memenuhi kebutuhan se*ksu4lnya. Hal itu karena menjaga kebutuhan se_*ks istri adalah merupakan kewajiban suami, sekalipun tidak berarti harus minta jima’ karena memang sulit meminta demikian dan memenuhinya.”

Sungguh Islam adalah merupakan agama yang sangat indah. Ia mengatur segala bidang kehidupan termasuk hubungan suami istri. Kalaupun para ulama berbeda pendapat mengenai batas minimalnya, sesungguhnya dalam perbedaan pendapat para ulama’ itu ada faedah bagi umat.

Sahabat medianda terkini pada intinya dalam hal ini, suami istri perlu saling memenuhi kewajibannya dan memberikan hak pasangan hidupnya. Berlandaskan sikap saling ridha dan saling cinta, insya Allah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah akan tercipta. Semoga bermanfaat.Aamiin



Sumber: wajibbaca.com